Asin & Asamnya Pas di Lidah

Pas di Lidah
SIAP DISANTAP: Menu wadi yang ada di Kedai Om Nun, siap disajikan ke pelanggan. AGUS PRAMONO/KALTENG POS

WADI, menu makanan khas Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mungkin masih awam di telingga masyarakat. Wadi, makanan farmentasi ini tak kalah enaknya dengan makanan khas Kalteng lainnya.

Dikutip dari mmc.kalteng.go.id, ikan yang digunakan untuk olahan wadi biasanya menggunakan ikan yang memiliki banyak daging dan lemak. Seperti ikan patin, jelawat, dan lainnya. Wadi merupakan hasil fermentasi yang diolah menggunakan garam dan racikan dari beras yang dalam bahasa lokalnya di sebut samu. Samu terbuat dari beras ketan yang disangrai sampai kecoklatan dan di tumbuk kasar.

Kalteng Pos mencoba mendatangi rumah makan yang menyediakan menu wadi. Rumah makan ini berada di Jalan T Tilung V Palangka Raya. Kedai Om Nun namanya. Warung makan buka pukul 07.00- 17.00 WIB.

Baca Juga:  Belasan Warga Keracunan Takjil

Si pemilik Kedai Om Nun sekaligus juru masak Fahri mengatakan, menu andalan dan paling banyak dicari konsumen di warung makannya yaitu wadi. Ada sembilan varian wadi. Mulai dari wadi patin, nila, riu, sapat siam, wadi kakapar, wadi papuyu, wadi lais, wadi jelawat, dan saluang basamu.

Baca Juga:  Babinsa Panarung Pasang Spanduk Prokes di Masjid dan Musala

Pria kelahiran Petuk Katimpun mengaku ingin mengangkat wadi sebagai menu andalan. Wadi buatannya punya kelebihan sendiri menurutnya. Hal itu yang membuat lidah pelanggan ketagian.

“Menurut saya, wadi buatan saya ini asin, dan asamnya cocok dan pas di lidah.  Tidak hanya orang asli Kalteng yang mengatakan itu. Turis asing juga mengatakan hal demikian,”tutupnya. (pra/ram)