Januari Puncak Bencana Hidro, Kalimantan Masih Terendam

Puncak Bencana

JAKARTA,kalteng.co—BMKG memprediksi bahwa bulan Januari 2021 akan menjadi puncak dari periode musim hujan dengan potensi bencana hidrometeorologi yang tinggi pula.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto Mengatakan bahwa saat ini ada beberapa fenomena cuaca yang tengah aktif dan patut diwaspadai seperti Madden Julian Osciliation (MJO) baik skala lokal, regional maupun global.

Kemudian ada fenomena suhu lautan pasifik yang dikenal dengan El Nino Southern Osciliation (ENSO) dan Kelvin Wave. Sementara pergerakan Angin Monsun Asia-Australia mengalami penurunan intensitas dalam sepekan terakhir dan diperkirakan bakal naik lagi sepekan kedepan.

Guswanto mengatakan bahwa fenomena-fenomena tersebut turut menyumbang dinamika cuaca di Indonesia. Ia memperkirakan cuaca pada 16 hingga 21 Januari kedepan bakal dihiasi dengan potensi hujan lebah dengan intensitas sedang.

Baca Juga:  Idulfitri, Pertamina Prediksi Kebutuhan BBM Meningkat

”Waktu terjadinya hujan cenderung pagi siaang dan sore hari,” kata Guswanto.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan potensi banjir pada periode dasarian ketiga bulan Januari mayoritas ada di pulau Jawa, Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

”Potensi banjirnya menengah. Berwarna kuning yang sudah harus diwaspadai. Berpotensi banjir karena terkait dengan kerentanan lokasinya, histori banjir di daerah tersebut, bertemu dengan potensi hujan yang tinggi yang diprediksi pada dasarian III Januari,” kata Ardhasena.

Sementara itu Jumat (15/1) lebih dari 21 ribu juga dilaporkan masih mengungsi pasca banjir di Kalimantan Selatan yang terjadi pada Minggu (3/1). Data BNPB melaporkan sebanyak 21.990 jiwa yang terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan akibat hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya sungai di Kecamatan Pelaihari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan bahwa saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 sentimeter yang merendam 6.346 unit rumah.

Baca Juga:  Bank Mandiri Mempererat Silaturahmi dengan Awak Media

Di samping itu, BPBD juga terus melakukan pendataan 5 titik pengungsian bagi masyarakat.

BPBD Kabupaten Tanah Laut juga menginformasikan akses jalan dari Palaihari ke Banjarmasin terputus akibat banjir. Saat ini tim gabungan bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi. BPBD Kabupaten Tanah Laut juga mendata beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat terdampak seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan. (jpg/ala)