Disdik Tegur Guru yang Wajibkan Siswi Nonmuslim Berjilbab

Disdik Tegur
ILUSTRASI: Siswa mengikuti ujian semester sekolah tatap muka di SMA 1 Kaur, Bengkulu, Kamis (3/12/2020). (SALMAN TOYIBI /JAWA POS)

PADANG, Kalteng.co – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar Adib Alfikri membentuk tim investigasi terkait viralnya video oknum guru yang mewajibkan siswi nonmuslim berjilbab. Sementara, sang guru sudah ditegur dan diserahkan pembinaannya kepada Kepala SMKN 2 Padang Rusmadi.

“Itu salah kaprah. Si oknum guru sudah kita panggil melalui kepala sekolah dan dibina,” ujar Adib Alfikri saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (23/1).

Adib Alfikri mengaku sangat prihatin dengan sikap oknum guru yang salah memahami aturan. Padahal ketentuan siswi berjilbab atau mengenakan segaram sesuai syariat Islam di Kota Padang hanya diwajibkan kepada pelajar muslim. Sedangkan pelajar nonmuslim cukup menyesuaikan.

Baca Juga:  Pakai Masker Tetap Penting Bagi Orang yang Sudah Divaksin Covid-19

Atas persoalan tersebut, kata Adib, Disdik Sumbar langsung membentuk tim investigasi untuk mengungkap masalah itu secara komprehensif. Sementara tindakan responsif atas viralnya video mewajibkan siswi nonmuslim berjilbab itu, Dinas Pendidikan Sumbar mempertemukan  semua pihak. Pertemuan itu difasilitasi Dinas Kominfo Sumbar.

“Kepala SMK, sang guru, dan wali murid sudah dipertemukan tadi malam (22/1). Kepala Sekolah sudah minta maaf atas kesalahkaprahan dari oknum guru tersebut,” jelasnya.

Adib mengirimkan video pertemuan pihak sekolah, guru, dan orang tua murid kepada JawaPos.com (Grup Kalteng.co). Dalam video itu Kepala SMKN 2 Padang Rusmadi meminta maaf atas kekeliruan jajarannya dalam memahami aturan.

Baca Juga:  Empat Pengedar Sabu Kotawaringin Timur Diringkus

“Selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Padang, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran staf bidang kesiswaan dan bimbingan konseling dalam penerapan aturan dan tata cara berpakaian bagi siswi,” kata Rusmadi dalam video tersebut.

Setelah pertemuan itu, Adib menegaskan, Jeni Cahyani Hia, sang siswi SMKN 2 Padang, ke depannya mendapat jaminan perlakuan yang baik selama bersekolah. Tidak ada diskriminasi terhadap pelajar nonmuslim. “Tidak ada diskrimasi terhadap pelajar nonmuslim. Mereka mendapat hak yang sama selama belajar di sekolah,” tandasnya.