Omzet Penjualan Bunga dan Bibit Buah Menurun

Penjualan Bunga
PEDAGANG BUNGA : Didi saat menunjukan salah satu bunga kertas yang dijual di toko bunganya, Selasa (26/1).

PALANGKA RAYA kalteng.co – Pandemi Covid-19 juga ber­dampak terhadap pedagang bunga. Seperti yang dialami, Didi, salah satu pedagang bunga di Jalan Yosudarso ujung, Kota Palangka Raya.

Didi mengungkapkan, saat pandemi Covid-19 mulai merebak di Indonesia, omzetnya mengalami penurunan cukup drastis dan bertahan hingga saat ini.

“Di awal Covid-19 mulai terdengar, omzet penjualan bunga dan bibit tanaman bisa terbilang masih stabil, dengan rata-rata penghasilan Rp5 juta lebih per bu­lan, sementara saat ini hanya berkisar Rp3 juta saja,” ucap Didi kepada Kalteng Pos ketika ditemui di toko bunganya, Selasa (26/1).

Baca Juga:  BRI Berbagi Takjil Ramadan

Ia menjelaskan, penghasilan tersebut tidak murni hanya menjual tanaman bunga. Sebab disamping menjual aneka tanaman bunga dan aneka jenis bibit sebanyak 40 jenis di tokonya, yang diperoleh dari Jawa, Banjarmasin, Kabupaten Kapuas dan ada juga dari Palangka Raya tersebut, ia juga menerima servis taman dan pembuatan taman dan relief.

Lelaki ini berharap, pemerintah bisa membantu mereka dengan berbagai langkah, agar bisnis jual bunga dan bibit buah tersebut bisa kembali normal. “Saya berharap pandemi Covid-19 ini juga segera berlalu,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung PJJ, Medco Energy Bangun Jaringan Internet

Didi menambahkan, untuk bunga yang paling diminati oleh masyarakat saat ini, adalah bugenvil atau bunga kertas dengan harga bisa Rp3 juta sampai Rp5 juta. Harga tersebut tergantung dari jumlah modifikasi warnanya.

“Selain bugenvil ada juga bunga aglonema red su­matera, bunga ini juga banyak diminati masyarakat, harga juga lebih murah. Kisaran harganya mulai dari Rp25 ribu sampai Rp1 juta,” jelasnya. (yan/aza)