Melihat Penjualan Barang-Barang Antik di Kota Cantik

Biasanya barang-barang antik dan kuno hanya bisa ditemui di museum atau kolektor. Namun, siapa sangka barang-barang tersebut justru makin mudah dijumpai. Seseorang membuka lapak untuk memasarkannya. Seperti apa minat masyarakat untuk mengoleksi barang-barang jadul itu?

DENAR, Palangka Raya

LAPAK di pinggir Jalan G Obos Palangka Raya menarik perhatian banyak pengguna jalan. Seorang pria lanjut usia (lansia) tampak merapikan barang-barang yang sudah jarang lagi terlihat di tengah-tengah masyarakat. Pria tersebut bernama Ade, berprofesi sebagai penjual barang-barang antik. Sudah lama ia menggeluti usaha jual-beli barang antic.

Baca Juga:  Sita Parsel Berisi Makanan Kedaluwarsa

Menurut pengakuannya, hampir dua dekade. Ade merupakan warga asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Beberapa hari belakangan ia terlihat membuka lapak jualannya di kawasan Jalan G Obos.


Ada berbagai macam barang antik yang dijualnya. Antara lain gong, nampan tembaga dan kuningan, cerek, vas bunga, tempat lilin, tempat membakar dupa, tempat pinang sirih, dan wadah sesaji. Bahkan ada setrika arang berbobot 6 kilogram dengan lambang VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) berukiran tahun 1718. Ada pula barang antic berbentuk seperti tongkat komando berbilah keris di dalamnya.

Baca Juga:  Dishub Palangka Raya Tindak Lanjuti Laporan Warga, Terkait Tatanan Parkiran Hypermart