Potret Musala di Kotim yang Hancur Akibat Abrasi

Musala di Kotim

SAMPIT, kalteng.co-Hantaman gelombang laut terus mengikis sebagian kawasan Pantai Ujung Pandaran. Abrasi tak terhindarkan. Kondisi itu mengancam keberadaan objek wisata pantai serta akses jalan menuju sebuah makam yang selama ini menjadi objek wisata religi di lokasi itu. Selain itu, abrasi juga mulai menghancurkan musala yang berada di kawasan makam tersebut.

“Abrasi menghancurkan bangunan musala, sebelumnya akses jalan menuju kubah sudah lama terputus, dulunya kendaraan bisa langsung ke kubah, tapi sekarang peziarah harus memakai kelotok untuk menyisir pantai agar bisa sampai ke kubah,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H Rudianur saat dibincangi Kalteng Pos di ruang kerjannya, Selasa (2/2).

Oleh karena itu, selaku wakil rakyat ia meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk turun tangan membantu Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menangani abrasi yang terjadi di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

Baca Juga:  Pengusaha Sawit Gugat Perdata Balai ke Pengadilan, Ini Pemicunya..

“Kami meminta pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi supaya memberikan alternatif solusi mengatasi abrasi yang terjadi di kawasan objek wisata Ujung Pandaran itu,” ujar Rudianur.