Semua Pengajar Hasanka Wajib Lancar Membaca Alquran

Pengajar Hasanka
KHATAMAN: Kegiatan khataman Alquran di Hasanka Boarding School (HBS) Palangka Raya, Sabtu (6/2). FOTO TUR/KALTENG.CO

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Hasanka Boarding School (HBS) Palangka Raya membangun tradisi religi yang kental dengan nilai keislaman dalam proses kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah, terutama dalam kemampuan membaca Alquran yang merupakan kitab suci bagi Umat Islam.

Tidak hanya pelajar yang diwajibkan mampu membaca Alquran dengan baik dan lancar, melainkan pula para pengajar dan staf di Hasanka Boarding School (HBS).

Direktur Hasanka Boarding School Palangka Raya Riza Maulidin SPd mengatakan, sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai keislaman dalam kesehariannya, maka membaca Alquran merupakan kemampuan paling dasar yang harus dimiliki pengajar dan staf di HBS.

Baca Juga:  Dewan: Lahan Parkir Harus Memadai

Namun, lanjut dia, tidak semua pengajar maupun karyawan lancar dan baik dalam membaca Alquran. Hal ini karena tidak semua pengajar maupun karyawan memiliki latar belakang pendidikan keagamaan yang kental sebelum bergabung di HBS.

“Namun khusus untuk guru/pengajar, kita mensyaratkan mempunyai kemampuan dasar dalam membaca Alquran sebelum mereka bergabung di HBS,”ujar Riza yang merupakan alumnus Pondok Pesntren Gontor kepada kalteng.co, Sabtu (6/2/2021).

Baca Juga:  Jadi Bandar Sabu Empat Tahun, Warga Tewah Diborgol

Menurut Riza, sebagai upaya meningkatkan kemampuan para pengajar/staf di HBS dalam membaca Alquran, pihaknya memprogramkan kegiatan baca Alquran secara bersamaan (tadarus,Red) setiap harinya di sekolah.

Peserta tadarusan Alquran ini diikuti oleh seluruh pengajar dari jenjang SD hingga SMA.

“Targetnya setiap bulan dapat menyelesaikan bacaan Alquran 30 juz, sehingga khataman Alquran (menamatkan bacaan,Red), akan menjadi tradisi bulanan di HBS,” tukas dia.