Wow!!! Hobi Unik Pelihara Tarantula

PALANGKA RAYA-Hobi memang tak bisa dibeli. Harga tak bisa dipaksa. Bahagia menjadi tujuan siapa saja memiliki hobi unik yang positif. Seperti memelihara tarantula atau laba-laba. Apakah berbahaya?

Meski baru setahun mengoleksi sejumlah tarantula, Qomruzain mengatakan tidak semua tarantula berbahaya. Bahkan, banyak yang jinak. Gerakannya lambat. Berwarna ceria. Asyik dipandang.

Pemuda asal Kota Besi, Kotawaringin Timur itu ketagihan koleksi tarantula. Beberapa jenis yang dimilikinya, di antaranya tarantula Meksiko jenis kaki merah atau red knee, memiliki kadar bisa yang rendah. Ada juga tarantula Meksiko jenis cemara atau fire leg dengan kadar bisa rendah. Tarantula klasik yang menarik untuk dikoleksi pemula. 

Baca Juga:  “Tolong Bantu Kami Mencari Nafkah, Keluarga Kami Juga Butuh Makan”

Namun, ada juga yang kadar bisa tinggi. Seperti tarantula Afrika.

Mengoleksinya tentu perlu ekstra hati-hati. Tarantula yang membangun sarang di tanah ini, lebih agresif dibanding lainnya.

“Tetap harus hati-hati. Yang penting tahu mana yang geraknya cepat atau lambat,” ucap Zain, beberapa waktu lalu.

Hobi unik yang digelutinya, pun mengulik siapa saja bagaimana cara Zain menikmati koleksi tarantula.

Memegang tarantula yang kadar bisanya rendah, memandang warna klasik, memberikan kepuasan tersendiri saat senggang.

Harga tarantula cukup terjangkau. Ada yang Rp50 ribu hingga Rp1 juta lebih untuk seukuran satu centi meter. Tarantula jantan bisa hidup tiga sampai lima tahun saja. Sedangkan tarantula betina lebih lama hingga sekitar lima belas sampai puluh tahun.

Baca Juga:  Dukung Proklim, BPDASHL Kahayan Serahkan 1000 Bibit

Memberi makan tarantula, ngopi, menjadi kebiasaan baru yang diawalinya saat pandemi covid-19. Kebijakan di rumah saja, membuatnya mencari kesibukan, di samping kegiatan sehari-hari di Dewan Masjid Indonesia atau DMI Kalteng.

Kegemaran memelihara tarantula, sebenarnya diawali karena dia gemar memelihara kelinci juga. Ketelatenan merawat tarantula, dirasakan berbeda.

Seminggu sekali baru diberi makan ulat Hongkong dan jangkrik. Akuarium tempat tarantula, diisi serbuk kayu, rumput, disemprot air agar menjaga kelembapan.

Bagi pemuda lajang itu, taka da salahnya memelihara tarantula.

“Ketimbang menyalurkan hobi ke hal-hal yang negatif,” imbuhnya. (abe/ktv/red)