Binatang Hidup Salah Satu Impor dari Australia

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Nilai impor Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) selama Desember 2020 senilai US$3,01 juta berasal dari lima negara yaitu Singapura, Australia, Arab Saudi, Malaysia, dan Viet Nam. Hal ini dilontarkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro. 

“Nilai impor dari Singapura berupa bahan bakar mineral (aspal) mencapai US$1,84 juta. Untuk Australia berupa binatang hidup, mesin/pesawat mekanik, logam dasar lainnya, produk industri farmasi, dan golongan barang lainnya yang mencapai US$0,90 juta,” ucapnya, belum lama ini.

Kemudian, lanjut Eko, untuk Arab Saudi berupa berbagai produk kimia (katalisator) US$0,21 juta, Malaysia berupa mesin/pesawat mekanik US$0,04 juta, dan Viet Nam berupa bahan kimia anorganik (asam fosfat) US$0,02 juta.

Baca Juga:  Perkuat Pasokan Listrik Kalteng, PLN Operasikan Gardu Induk Pangkalan Banteng

Ia menjelaskan, dibanding nilai impor pada November 2020, terjadi peningkatan yang signifikan pada impor dari Singapura 130,00 persen. Begitu juga impor dari Arab Saudi mengalami peningkatan 200,00 persen.

“Impor dari Malaysia mengalami penurunan 94,29 persen serta terdapat impor dari Australia dan Viet Nam selama Desember 2020 dari sebelumnya tidak ada transaksi impor,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jalan Bergelombang, Pemuda Tewas di G Obos

Menurut dia, apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, terjadi penurunan impor dari Malaysia senilai US$2,01 juta atau 94,29 persen. Sementara itu, impor dari Singapura, Australia, Arab Saudi, dan Viet Nam mengalami peningkatan dimana pada tahun 2019 tidak ada transaksi impor dari negara-negara tersebut.

“Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor Januari-Desember 2020 dari seluruh negara turun 52,31 persen, kecuali dari Arab Saudi. Singapura merupakan negara asal impor utama dengan nilai US$12,99 juta atau 39,49 persen, diikuti Malaysia senilai US$12,18 juta atau 37,03 persen,” tandasnya. (aza)