Mafia Tanah Libatkan Oknum Penerbit Surat

Antonius Kristanto

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Praktisi hukum Kalteng, Antonius Kristanto, menjelaskan, mafia tanah melibatkan oknum yang punya kapasitas menertibkan suatu surat. Seperti sertifikat hak milik (SHM). Di atas tanah yang sudah bersertifikat, lalu terbit lagi surat lainnya.

Maka itu yang dinamakan dengan adanya unsur-unsur mafia tanah. Namun, apabila hanya sekadar klaim-klaim masing-masing masyarakat itu hanya bisa saya sebut sebagai preman tanah.

“Jadi apabila terbit surat-surat di atas surat yang ada, disitulah indikasinya ada ‘permainan’ (mafia tanah, red), berarti ada kongkalikong antara oknum itu untuk menguasai tanah tersebut,” ungkapnya kepada Kalteng.co di ruang kerjanya, Rabu (17/3/2021).

Baca Juga:  Cuti Bersama Idulfitri di Pulpis Hanya Satu Hari

Disebutkan Ketua DPD PPKHI Kalteng, sebenarnya dari Kelurahan, Kecamatan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu melihat dari garis koordinatnya sebelum menerbitkan surat. Apakah di tanah tersebut sudah ada pemiliknya atau tidak.