METROPOLIS

Pemulihan Ekosistem Taman Nasional Sebangau Perlu Upaya Kolektif

JAKARTA, Kalteng.co Pemulihan Ekosistem Taman Nasional Sebangau memerlukan upaya kolektif. Pemerintah membutuhkan dukungan dari mitra-mitra terkait untuk mewujudkan upaya pemulihan ekosistem di kawasan tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyambut baik kerja sama antara Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS) dan Borneo Nature Foundation (BNF) dalam pemulihan ekosistem Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Ir. Wiratno, M.Sc, saat menerima Kepala BTNS Andi M. Khadafi, S.Hut, MSi, bersama Tim BNF di ruang Direktorat KSDAE KLHK di Jakarta, Selasa (23/03/2021).

“Kerja sama BNF dan Balai TNS ini adalah bentuk upaya kolektif. Ini perlu karena pemerintah tidak akan mampu sendirian. Oleh karena itu, pemerintah bekerja dengan mitra-mitra. Pemerintah bekerja berdasarkan regulasi, mitra bekerja berdasarkan komitmen yang telah diberikan donor,” ujar Wiratno.

Namun demikian, dia juga mengingatkan tentang dua hal penting dalam upaya pemulihan ekosistem di Taman Nasional Sebangau tersebut. Pertama, perlu adanya pelibatan masyarakat sekitar hutan. Kedua, upaya pemulihan harus didasarkan pada empat prinsip, yaitu berbasis bukti, berbasis pengalaman, berbasis sains, serta prinsip kehati-hatian.

Dengan berbasis bukti, lanjut dia, upaya telah yang dilakukan tak akan bisa disangkal karena terukur dan ada faktanya, bukan mengawang-awang. Dengan berbasis pengalaman, maka upaya yang telah ditempuh akan dapat menjadi inspirasi dan dapat direplikasi orang lain.

1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button