Menyemai Harapan di Kebun Pekarangan

SIKUN (55) : Warga Kelurahan Panjehang, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, sedang menyiram tanaman sayur dan nanas dari air yang berasal dari kolam ikan miliknya. Air kolam ikan dijadikan sebagai pupuk alami yang digunakan masyarakat dalam menyuburkan tanaman,(19/1/2021). (FOTO: BURHANUDIN BNF UNTUK KALTENG.CO)

KELESTARIAN hutan tanpa kesejahteraan masyarakat di sekitarnya adalah mustahil. Ke duanya harus jalan bersama. Didukung Borneo Nature Foundation dan didorong harapan untuk hidup lebih sejahtera secara berkelanjutan tanpa harus merusak hutan dan alam sekitar, sejumlah warga di tepian hutan di wilayah Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, memilih menyemai sumber penghidupan baru di pekarangan-pekarangan mereka.

Pagi itu, air Sungai Rungan yang kecokelatan tampak memenuhi badan sungai. Membelah rerimbunan hijau hutan yang membentang di dekat wilayah Kelurahan Panjehang, Kecamatan Rakumpit. Suara tonggeret, burung, monyet, dan sesekali suara owa, terdengar bersahutan.

Suara-suara alam tersebut bertempur riuh dengan deru mesin tambang emas rakyat yang mudah ditemui di sepanjang sungai yang berhulu di Kabupaten Gunung Mas tersebut.

Baca Juga:  Warga yang Disambar Petir Ternyata Masih Pelajar

Ya, sejak awal tahun 2000-an, menambang emas dengan mesin penyedot memang menjadi tumpuan penghidupan sebagian besar warga yang hidup di tepian Sungai Rungan dan sungai-sungai lain di Kalimantan Tengah.

Di sanalah, para remaja dan pria dewasa di kampung-kampung sepanjang sungai berjibaku memungut butiran-butiran emas untuk menghidupi diri dan keluarga mereka.  Jika beruntung, mereka bisa membeli kendaraan bermotor baru.

Baca Juga:  Permudah Layanan SIM, Polri Luncurkan Aplikasi SINAR

Di tengah deru mesin penyedot dan jibaku pria-pria di kampungnya mencari emas di sungai,  Sikun (55), salah seorang warga Panjehang, memilih menyibukkan diri di kebunnya. Dua petak kolam ikan patin masing-masing berukuran 3×5 meter dan 2×4 meter, sudah hampir setahun ini menghiasi kebun pekarangannya.