METROPOLIS

Menyemai Harapan di Kebun Pekarangan

Sikun dan Martine tidak sendirian. Sejak setahun silam, tak kurang dari 14 keluarga di Kelurahan Panjehang mulai aktif memanfaatkan pekarangannya sebagai sumber penghidupan.

Mereka memelihara ikan, terutama ikan patin, dengan membuat kolam ikan berbentuk siring dengan ukuran bervariasi. Ada kolam yang berukuran 2×3 meter, ada pula yang berdimensi 4×6 meter.

Di sekitar kolam ikan, beragam tanaman mereka tumbuhkan dengan konsep permakultur dan organik. Tanaman buah-buahan ditumbuhkan secara alami, tanpa pupuk kimia, dengan bahan utama penyubur berupa air kolam yang mengandung banyak organisme yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Pengembangan tanah pekarangan sebagai sumber penghidupan baru juga mulai diupayakan oleh warga di Kelurahan Petuk Barunai yang terletak bersebelahan dengan Panjehang.

Saat ini tak kurang dari 27 kolam ikan telah dikembangkan di dua kelurahan tersebut, yang merupakan dua dari tiga desa dampingan BNF untuk program pemberdayaan masyarakat bagi pengembangan mata pencaharian yang berkelanjutan dan hak pengelolaan hutan di Daerah Aliran Sungai Rungan.

Budaya baru

Koordinator Pemberdayaan Masyarakat BNF Yuliana Nona, memaparkan, tujuan dari pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui pengembangan kebun permakultur ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan sekitar rumah mereka.

“Idenya sederhana, yaitu menghasilkan pangan yang dapat dikonsumsi tanpa membuka lahan baru di hutan atau kegiatan ekonomi yang cenderung merusak alam,” kata Nona.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button