Perempuan Diminta Jadi Whistleblower

MENYIMAK: Ketua TP PKK Pulang Pisau Nunu Andriani Pratowo didampingi Kepala DPMD Pulang Pisau Deni Widanarni dan Sekretaris DPPPAP2KB Kabupaten Pulang Pisau Ma'ruf Kurkhi saat mengikuti webinar Peringatan Hari Kartini ke-142 tingkat Provinsi Kalteng, kemarin (29/4/2021).FOTO:ART
MENYIMAK: Ketua TP PKK Pulang Pisau Nunu Andriani Pratowo didampingi Kepala DPMD Pulang Pisau Deni Widanarni dan Sekretaris DPPPAP2KB Kabupaten Pulang Pisau Ma'ruf Kurkhi saat mengikuti webinar Peringatan Hari Kartini ke-142 tingkat Provinsi Kalteng, kemarin (29/4/2021).FOTO:ART

PULANG PISAU,kalteng.co-Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pulang Pisau Hj Nunu Andriani Pratowo mengikuti kegiatan webinar Peringatan Hari Kartini ke-142 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Saat itu Nunu didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pulang Pisau Deni Widanarni dan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAP2KB) Kabupaten Pulang Pisau Ma’ruf Kurkhi.
“Harapan kami dari TP PKK setelah mengikuti webinar tadi, dengan narasumber perempuan-perempuan hebat di Kalteng, kami bisa terinspirasi untuk berbuat kepada kaum perempuan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau,” harap Nunu seusai kegiatan, Kamis (29/4) siang.


Dia juga menegaskan, pihaknya terus berkomitmen mendukung program-program perempuan. “Baik perempuan karir atau perempuan rumah tangga. Terutama dalam membantu kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Namun, lanjut dia , tetap kodrati sebagai perempuan yang taat kepada suami. “Kaum perempuan harus menjadi perempuan yang kuat dan hebat dan sebagai whistleblower,” tegas dia.


Whistleblower di sini, jelas dia, menjadi perempuan yang peka terhadap terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga, baik kepada perempuan maupun anak. “Jadi jika melihat kekerasan dalam rumah tangga, dia sebagai orang yang berani melaporkan kekerasan itu,” jelas Nunu.

Baca Juga:  Polisi Berbagi dan Sosialisasi Bahaya Karhutla


Dia menegaskan, jika korban tidak berani melaporkan, maka tetangga yang harus berani melaporkan. “Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih banyak. Untuk itu kaum perempuan harus peka terhadap kekerasan dalam rumah tangga,” pinta Nunu.
Nunu menjelaskan, jika ada laporan, pihaknya atau instansi terkait bisa cepat bertindak untuk melakukan penanganan dan bagaimana melakukan mediasi. “Apalagi DPPPAP2KB menjadi leading sektor untuk perlindungan perempuan dan anak,” ucapnya.

Baca Juga:  Wabup Barsel Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan


Dia juga berharap, perempuan di kabupaten Pulang Pisau bisa menjadi perempuan hebat, jangan cepat lelah berjuang untuk kaum perempuan. Jangan pernah menyakiti hari perempuan lain, jadilah perempuan bahagia dalam menikah dan taat kepada suami. “itu salah satu yang di tekankan ibu Wakapolda tadi,” tandasnya. (art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *