Terus Memburuk, Media Asing Soroti Darurat Covid-19 di Indonesia

Media Asing Soroti Darurat Covid-19 di Indonesia
MEMILUKAN: Suasana kompleks pemakaman COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Selasa (6/7/2021). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Selasa (6/7/2021), kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 728. Jumlah ini merupakan angka tertinggi selama pandemi di Indonesia awal Maret tahun. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

KALTENG.CO-Media internasional menyoroti situasi darurat Covid-19 yang terjadi di Indonesia akibat penyebaran Covid-19 varian Delta. Situasi di Indonesia di mana rumah sakit kelebihan kapasitas dan juga kehabisan tabung oksigen, di sebut sama persis dengan India ketika tsunami Covid-19 dengan menembus 400 ribu kasus sehari.

Media Inggris, Telegraph menyebut di judul bahwa Indonesia mirip India saat berjuang melawan Covid-19. Media tersebut menyebut situasi di pemakaman di Indonesia di dorong oleh varian Delta yang lebih menular, berubah menjadi lintasan vertikal yang menakutkan.

Para ahli telah memperingatkan Indonesia menghadapi krisis gaya India ketika rumah sakit di pulau Jawa mulai merawat pasien di tempat parkir dan kehabisan pasokan oksigen medis. Pemerintah telah meminta bantuan Tiongkok, Singapura dan negara-negara lain.

Baca Juga:  Ancaman Perubahan Iklim, Tak Kalah Dahsyatnya dengan Pandemi

Rumah sakit di seluruh pulau Jawa Indonesia kehabisan oksigen, obat-obatan, tempat tidur dan bahkan staf nakes karena peningkatan tajam dalam kasus Covid-19. The Guardian menyebut sistem kesehatan di Indonesia berada di titik nadir.

Baca Juga:  Hasil Swab Antigen Positif Terpapar Covid-19, Pria Ini Kabur dan Berkeliaran

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/Komandan PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan awal pekan ini, dia khawatir kasus harian bisa mencapai 70 ribu. Pemerintah mengatakan pihaknya mendapatkan pasokan oksigen dari Singapura untuk mengurangi kekurangan.

’’Paling buruk bisa mencapai 60 ribu hingga 70 ribu kasus per hari. Tetapi saya berharap itu tidak terjadi karena teman-teman kita dari polisi, militer telah melakukan isolasi yang cukup baik,” kata Luhut.