Ini 5 Masalah Mental yang Mungkin Terjadi Akibat Jerat Pinjaman Online

berutang boleh saja dilakukan asal dilatarbelakangi oleh kebutuhan

KALTENG.CO – Ada beribu-ribu alasan yang bisa memaksa seseorang untuk mengajukan pinjaman alias berutang. Idealnya, berutang boleh saja di lakukan asal di latarbelakangi oleh kebutuhan mendesak dan tidak dapat di tunda lagi pembayarannya, atau mampu meningkatkan tingkat ekonomi secara jangka panjang.

Beberapa contoh alasan yang baik untuk mengajukan pinjaman adalah membayar biaya pengobatan, menambah modal usaha, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, karena dorongan hasrat konsumtif yang meruah, tak sedikit orang yang akhirnya terjebak dengan beban cicilan pinjaman yang terlalu besar.

Baca Juga:  Pesawat Tempur T-50 Perkuat Skadron Lanud

Kalau sudah begitu, tentu kewajiban membayar tagihan pinjaman setiap bulan akan menjadi beban tersendiri, tidak hanya bagi kondisi keuangan, namun juga kondisi mental seseorang.

Terlebih lagi pada layanan pinjaman online yang di kenal amat mudah menggiur penggunanya untuk terus berutang karena memiliki syarat pengajuan yang ringan dan proses instan. Tanpa sadar, beban cicilan telah berada di titik maksimal kemampuan finansial untuk melunasinya, bahkan telah melebihinya.

Baca Juga:  Kapolda Kalteng Bantu Salurkan 300 Vaksin Untuk Kelurahan Panarung

Masalah keuangan memang acapkali menjadi alasan seseorang mengalami tekanan batin yang begitu kuat hingga menyebabkan sejumlah masalah mental. Berdasarkan kasus yang sudah ada sebelumnya, terdapat sejumlah kesehatan mental yang mungkin terganggu akibat cicilan online yang kian melilit. Berikut adalah beberapa di antaranya.