147 Pelanggar Disanksi dan Denda Rp15 Juta Selama PPKM

147 Pelanggar
ARAHAN : Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo, disela-sela kegiatannya memberikan arahan kepada jajaran saat melaksanakan apel upacara di Halaman Mapolres Lamandau, belum lama tadi. FOTO HUMAS UNTUK KALTENG POS

NANGA BULIK, Kalteng.co – 147 pelanggar disanksi dan denda Rp15 juta selama Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kabupaten Lamandau digelar dari 5-13 Juli 2021.

Petugas mencatat sedikitnya ada 147 pelanggar prokes yang berhasil terjaring dan diberikan sanksi di tempat selama pelaksanaan PPKM mikro digelar di Kabupaten yang berjuluk Bumi Bahaum Bakuba tersebut.

Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo mengatakan, sampai dengan hari Selasa (23/7), jumlah keseluruhan pelanggar protokol kesehatan selama penerapan PPKM mikro di Kabupaten Lamandau, ada 147 orang, dan total denda yang terkumpul sebanyak Rp 15,9 juta.

Baca Juga:  Antisipasi Karhutla, Polda Kalteng Patroli Rutin

“Kebanyakan pelanggar dari kalangan masyarakat umum yang tidak menggunakan masker yakni sebanyak 138 orang, sedangkan 9 pelanggar sisanya terdiri atas pelanggaran prokes yang dilakukan oleh pelaku usaha,” ujar Kapolres Lamandau, AKBP Arif Budi Purnomo, Rabu (14/7/2021).

Kapolres menjelaskan, berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, pelanggan prokes yang dilakukan perorangan akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 50.000, sedangkan untuk pelanggar prokes yang dilakukan oleh pemilik usaha akan dikenakan denda Rp 1 juta.

Baca Juga:  Angka Kematian Masih Tinggi, Ayo Taati Prokes

Pemberian sanksi ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapkan disiplin protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan covid-19 di daerah. Terlebih saat ini Kabupaten Lamandau berada pada asesmen Covid-19 di level 4.

“Harapan kita dengan sanksi yang diberikan kepada pelanggar prokes ini, diharapkan bisa memberikan efek jera, serta meningkatkan disiplin masyarakatlah dalam menerapkan protokol kesehatan dimasa pendemi covid-19 seperti saat ini,” pungkasnya. (lan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *