Penertiban PPKM Berlebihan oleh Aparat, Mendagri: Kasus di Gowa Jangan Terulang Lagi

Tito, juga meminta aparat di lapangan agar dalam penertiban PPK jangan bertindak seperti berlebihan.

KALTENG.COMenteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) tidak ragu dalam mencairkan jaring pengaman sosial secepatnya.

Selain itu, Tito, juga meminta aparat di lapangan agar dalam penertiban PPKM jangan bertindak seperti berlebihan. Sebagaimana halnya kasus di Gowa yang mengakibatkan pemukulan terhadap seorang perempuan hamil.

Selama tidak ada mark-up dan tepat sasaran, pemerintah pusat menjamin keamanan aspek hukumnya. ”Kami akan tanggung jawab sepanjang di gunakan untuk masyarakat yang terdampak,” tegasnya, Sabtu (17/7/2021).

Baca Juga:  Kisah Asmara di Balik Perkara Hukum Bahtiar Effendi dan Martiase Gawe

Tito menjelaskan, selain melalui Kementerian Sosial, pemda memiliki alokasi dana bantuan sosial (bansos). Bagi yang tidak menganggarkan, pemerintah juga membolehkan pemda menggelontorkan dana belanja tidak tetap (BTT) untuk bansos. Selain itu, ada bantuan tunai yang bersumber dari dana desa.

Baca Juga:  Komisaris Utama Bank Kalteng Meninggal Dunia, Ini Jejak Rekamnya di Dunia Perbankan

Namun, hingga kemarin, Tito menyayangkan angka realisasi yang masih rendah. Salah satu problemnya, ada proses administrasi. Rencananya, dalam waktu dekat pihaknya bersama menteri keuangan mengeluarkan dasar hukum percepatan realisasi APBD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *