Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kotim Meningkat

PEMAKAMAN COVID-9: Seorang warga yang terpapar virus di-makamkan secara protokol Covid-19
PEMAKAMAN COVID-9: Seorang warga yang terpapar virus di-makamkan secara protokol Covid-19

SAMPIT,kalteng.co – Satuan Tugas Covid-19 Pemkab Kotim memperingatkan masyarakat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan ketentuan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Peringatan itu disampaikan mengingat, penyebaran Virus Corona (Covid-19) mengganas. Hal itu ditandai dengan meningkatnya angka kematian akibat terpapar virus Covid-19 .

Dari data Dinkes Kotim, Sabtu (17/6)pasien Covid-19 yang me-ninggal sebanyak 112 orang. Dari Kecamatan MB Ketapang angka kematian akibat pandemi ini seba-nyak 48 orang. Kemudian disusul Kecamataan Baamang 25 orang.

Sementara untuk pasien yang sembuh ada 8 orang berasal dari Kecamatan MB Ketapang 4 orang, Baamang 2 orang dan dari Mentaya Hulu 2 orang.

Selanjutnya, untuk Pasien yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 43 orang. Yang berasal Kecamatan MB Ketapang 22 orang, Baamang 11 orang, Pareng-gean 2 orang, Mentaya Hilir Utara 2 orang, Mentaya Hilir Selatan 1 orang, Telawang 1 orang, Kota Besi 1 orang, Cempaga 1 orang dan dari Kecamatan Bukit Santuai 2 orang.

Baca Juga:  Dokter Inisial RA Tidak Gunakan Surat PCR Palsu

“Ada 4 kecamatan yang angka kematian akibat Covid-19 ini tidak ada. Yakni Kecamatan Cempaga Hulu, Bukit Santuai, Antang Kalang dan Teluk Sampit,” kata juru bicara Tim Satgas Covid-19 Kotim, Multazam, Sabtu (17/6).Multazam mengingkatkan, sei-ring meningkatnya kasus tersebut Satuan Tugas (satgas) di kecamatan dan desa harus memberlakukan pengawasan secara ketat dan segera mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Baca Juga:  Jangan Persulit Pencairan Dana DD dan ADD

Salah satunya pada momen Hari Raya Idul Adha yang akan segera datang. Dia mengajak, masyarakat untuk meningkatkan sinergi dan pemerintah sehingga pada momentum hari raya ini kita dapat bersama-sama mencegah terjadinya penularan sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan.

Multazam mengingatkan, agar masyarakat aktivitas diluar rumah apabila tidak ada kebutuhan mendesak. Selain warga harusnya selalu memakai masker. Penggunaan masker sangat penting sebagai upaya mencegah terjadinya penularan Covid-19, terutama ketika berada di kerumunan.”Masker sebagai senjata utama yang dapat menghalau percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin sehingga dapat me-ngurangi penyebaran virus mematikan itu,” terangnya. (sli/ans)