Akademi Edukreator 2021 Digelar, Ayo! Para Praktisi Dunia Pendidikan Bergabung

Akademi Edukreator 2021 Digelar

KALTENG.CO – Program kolaborasi antara YouTube Learning, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menggelar Akademi Edukreator.

Kesempatan terbuka lebar bagi praktisi dunia pendidikan untuk bergabung di dalamnya. Program kolaborasi yang membuka banyak kelas yang salah satunya mengajarkan para pesertanya untuk menjadi kreator konten itu, di gelar tahun ini mulai 24 Juli hingga pada sesi penghargaan 14 November 2021.

Tahun ini merupakan tahun kedua Akademi Edukreator di helat. Inisiatif ini di lakukan dengan format baru, dengan materi ajar yang lebih terfokus, serta kerjasama strategis dengan beragam instansi pendidikan untuk memperluas jangkauan program.

Baca Juga:  IAHN-TP Siap Cetak SDM Berkualitas

Tujuan dari Akademi Edukreator di gelar gratis ini untuk menginspirasi dan melatih pembuat konten, guru, dan profesional di Indonesia agar para konten kreator bisa menciptakan konten video edukasi berkualitas tinggi.

Akademi Edukreator Telah Menerima
Ribuan Pendaftar

Kepala Hubungan Publik Asia Tenggara, Google, Ryan Rahardjo menjelaskan, sejak di luncurkan pada Hari Pendidikan Nasional tahun lalu, Akademi Edukreator telah menerima ribuan pendaftar, dan melatih lebih dari 1,100 anak muda, guru dan profesional menjadi edukreator dari 32 provinsi di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya itu, 10 edukreator pemula terbaik juga di berikan pelatihan intensif lanjutan bersama para pakar, yang di sebut dengan Akademi Edukreator Akselerasi,” ujar Ryan dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga:  Krisis Oksigen di Bartim, Obat mulai Menipis

Ryan juga menuturkan, YouTube sendiri telah menjadi tempat bagi siapapun untuk belajar. Dari belajar cara menguasai matematika hingga cara berolahraga di rumah, semua berkat peran kreator dengan konten edukasi di YouTube.

“Para kreator ini memperluas dinding ruang kelas tradisional dan menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Untuk terus mendukung proses belajar mengajar, khususnya di tengah pandemi Covid-19 bersama dengan pemerintah dan komunitas lokal,” lanjut Ryan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *