Direktur PDAM Tirta Bahalap Gunung Mas, Harus dari Orang Profesional
KUALA KURUN,kalteng.co – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bahalap Gunung Mas Guntur J Ruben akan memasuki masa pensiun pada akhir Juni 2022. Sehingga dalam waktu dekat, akan dilakukan proses seleksi untuk memilih dan menentukan jabatan direktur yang baru menggantikan posisi Guntur J Ruben. Sejumlah pihak mengharapkan, agar orang yang akan menduduki jabatan direktur PDAM itu harus sosok professional. Sehingga dia bisa mengelola perusahaan daerah itu menjadi lebih berkembang lagi, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). ”Tentunya kami ingin siapa pun yang menjabat direktur PDAM, harus benar-benar orang yang profesional dalam bekerja,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas, Untung Jaya Bangas, belum lama ini.
Artinya, ujar Untung, sosok yang akan menjabat sebagai direktur PDAM itu harus menguasai manajamen, baik itu di internal maupun dalam hal pengelolaan PDAM. Dengan demikian, ke depan PDAM akan bisa berdiri sendiri dan mandiri. ”Direktur PDAM yang baru harus kreatif dan memiliki jiwa manajerial yang bagus, sehingga pengelolaan PDAM berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat juga meningkat,” tegasnya. Sejauh ini, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas sudah memberikan penyertaan modal berupa dana miliaran rupiah kepada PDAM. Tentu dana tadi harus dimanfaatkan dengan baik, setidaknya bisa kembali modal, pelayanan kepada pelanggan meningkat, serta pegawainya sejahtera.
”PDAM bergerak dalam bidang sosial dan jasa. Beda dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Gunung Mas Perkasa. Kami maklumi jika PDAM masih belum memberi kontribusi untuk pendapatan asli daerah,” ujarnya. Legislator dari daerah pemilihan (dapil) III mencakup Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Damang Batu, dan Miri Manasa ini menegaskan, dalam proses seleksi, jangan memilih orang yang tidak sesuai, atau karena ada hubungan keluarga. ”Direktur PDAM harus orang profesional. Jangan dipilih karena dia mendukung saya atau dia orang saya,” ungkap politikus Partai Demokrat ini. (okt/ens)




