Mertua dan Menantu Kompak Membunuh, Ternyata Korban Tewas Salah Target

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Seharusnya Mertua dan menantu bisa kompak dalam membina dan mengatur rumah tangga keluarganya dengan baik. Tetapi berbeda dengan Misran dan M Roni. Keduanya kompak melakukan aksi pembunuhan terhadap Febri Ahyani.
Ironisnya korban yang menjadi target dibunuh adalah Alfian ternyata salah sasaran dan bukan target yang sebenarnya. Kejadian ini sendiri terjadi di sebuah barak di Jalan HM Rafi’i Kelurahan Madurejo, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (3/5/2023) dini hari.
Korban tewas dilokasi kejadian dengan luka tusuk disekujur tubuhnya. Kedua pelaku ditangkap dipimpin Kasat Reskrim AKP Angga Yuli bersama Buser Kobar dan dibantu jajaran Polres Lamandau.
“Kedua pelaku sudah merencakan aksi pembunuhan ini, karena pada saat mencari korban sudah membawa keris dan ger besi. Pelaku kami tangkap ketika melarikan diri di Kabupaten Lamandau,” kata Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono.
Kejadian ini sendiri terjadi berawal pada saat kedua pelaku merasa sakit hati karena orang yang akan dibunuh bernama Alfian ini melarikan anaknya.
Dan kedua pelaku yang berstatus mertua dan menantu ini berniat melakukan pencarian anaknya bernama Nabila yang dibawa kabur. Setelah dilakukan pencarian ternyata sang menantu bernama Roni mendapati orang yang dicari bernama Alfian berada didalam barak lokasi kejadian.
Akhirnya melaporkan temuan itu kepada sang mertua bernama Misran. Selang beberapa menit setelah keduanya berkumpul akhirnya nekat masuk kedalam barak tersebut.
Tanpa basa basi sang mertua Misran langsung menusuk korban Febry dibagian perut. Korban yang tidak siap dengan serangan bertubi -tubi dengan tusukan keris hanya bisa pasrah dan akhirnya ambruk.
Sementara sebelum dilakukan penusukan sang menantu bernama M Roni sudah menghajar bagian kepala korban menggunakan ger besi. Rupanya disaat korban sudah terjatuh dan tidak berdaya sang menantu menyadari bahwa yang mereka bunuh ternyata bernama Febri Ahyani.
“Mereka salah sasaran dan ternyata yang berada didalam barak bukanlah Alfian melainkan Febri Ahyani. Korban sudah kondisi tersungkur bersimbah darah dan meninggal dunia,” ujar mantan Kapolres Seruyan.
Panik bahwa korban yang dibunuh bukanlah orang yang dicari selama ini akhirnya mereka kabur. Polisi yang mendapatkan laporan berhasil menangkap sang mertua ketika berada dirumahnya. Sedangkan sang menantu ditangkap ketika melarikan diri di Kabupaten Lamandau.(son)




