Penerimaan Siswa Baru Jangan Jadi Ajang Bisnis
KUALA KURUN, Kalteng.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Evandi mengaku mendapat keluhan dari sejumlah orang tua yang mendaftarkan anaknya ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kahayan Hulu Utara (Kahut).
Pasalnya, biaya daftar ulang siswa baru di SMA itu mencapai Rp 1,5 juta. “Biaya Rp1,5 juta itu terdiri dari kelengkapan siswa baru senilai Rp250 ribu, baju setelan batik Rp300 ribu, kaus setelan olahraga Rp300 ribu, iuran OSIS satu tahun Rp240 ribu, sumbangan pembangunan WC siswa Rp200 ribu, dan sumbangan pelaksanaan proyek P5 IKM Rp200 ribu,” kata Evandi, Minggu (16/7).
Dia menyoroti besaran nilai baju setelan batik dan olahraga yang mencapai Rp 300 ribu, serta adanya sumbangan pembangunan WC dan pelaksanaan proyek P5 IKM. Kalau dikenakan biaya sebesar itu, kasihan orang tua siswa.
“Untuk itu, saya ingatkan seluruh sekolah di daerah ini. Khususnya sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat, agar tidak menjadikan penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2023/2024 sebagai lahan bisnis,” tegasnya. Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menuturkan, meskipun sekarang ini kewenangan SMA sederajat berada di bawah pemerintah provinsi. Namun SMA sederajat diminta tidak menetapkan besaran nilai biaya daftar ulang dengan seenaknya saja.




