KALTENG.CO-PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, mengumumkan adanya penyesuaian harga jual beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi. Kenaikan harga ini resmi berlaku mulai hari ini, Jumat (2/8/2024).
Jenis BBM yang mengalami penyesuaian harga adalah Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Pertamina Dex, dan Dexlite. Sementara itu, harga jual Pertamax untuk sementara waktu tetap dipertahankan.
Alasan Kenaikan Harga
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM Non Subsidi ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia (Indonesia Crude Price/ICP) dan juga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
“Penyesuaian harga ini merupakan langkah yang diambil untuk menjaga keberlangsungan bisnis Pertamina dan memastikan pasokan BBM tetap terjaga,” ujar Heppy dalam keterangan resminya.
Dampak Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM Non Subsidi tentu akan berdampak langsung pada konsumen, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
Peningkatan biaya transportasi: Kenaikan harga BBM akan berimbas pada kenaikan tarif angkutan umum dan biaya operasional kendaraan pribadi.
Inflasi: Kenaikan harga BBM dapat memicu terjadinya inflasi, terutama pada harga barang dan jasa yang proses produksinya melibatkan transportasi.
Perubahan perilaku konsumen: Konsumen mungkin akan mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan pribadi atau beralih ke transportasi umum sebagai upaya untuk menghemat pengeluaran.
Langkah Antisipasi Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau perkembangan harga BBM dan melakukan evaluasi secara berkala. Pemerintah juga tengah berupaya mencari solusi untuk meredam dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat, seperti memberikan bantuan sosial atau subsidi bagi kelompok masyarakat tertentu.
Tips Menghemat Pengeluaran BBM
Bagi masyarakat, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghemat pengeluaran BBM di tengah kenaikan harga, antara lain:
Menggunakan kendaraan umum: Sebisa mungkin gunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, atau transportasi online untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Memperhatikan efisiensi kendaraan: Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan melakukan perawatan secara berkala untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
Mengubah kebiasaan berkendara: Hindari kebiasaan buruk saat berkendara seperti ngebut, akselerasi mendadak, atau membawa beban berlebih.
Kenaikan harga BBM Non Subsidi merupakan fenomena yang cukup sering terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi situasi ini. (*/tur)




