ALL SPORTBeritaNASIONALSport

DERBI JAWA TIMUR PINDAH VENUE! Arema FC vs Persebaya Digelar di Bali, Kanjuruhan Gagal Jadi Tuan Rumah

KALTENG.CO-Kabar terbaru mengenai Derbi Jawa Timur yang selalu panas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya akhirnya menemui titik terang.

Pertandingan yang dijadwalkan pada 28 April mendatang ini sempat diisukan akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Namun, harapan Aremania untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga di kandang sendiri pupus sudah.

Meskipun Stadion Kanjuruhan telah dinyatakan lolos risk assessment dari Mabes Polri, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk memindahkan venue pertandingan sarat gengsi ini ke tempat lain. Keputusan ini tentu menimbulkan kekecewaan di kalangan suporter tuan rumah.

Kepastian Venue: Stadion I Wayan Dipta Kembali Jadi Pilihan

Berdasarkan informasi resmi yang tertera di website LIB, duel sengit antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya dipastikan akan digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh Manajer Media dan Komunikasi LIB, Hanif Marjuni.

“Untuk sementara, venue Derbi Jatim disesuaikan dengan yang tertulis di website resmi LIB,” ujar Hanif kepada Jawa Pos, mengakhiri spekulasi mengenai lokasi pertandingan.

Alasan Pemindahan: Kanjuruhan Belum Siap Hingga Mei

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, juga membenarkan pemindahan venue tersebut. Menurutnya, Stadion Kanjuruhan baru bisa digunakan untuk menggelar pertandingan pada bulan Mei mendatang. Akibatnya, dua laga kandang Arema FC ke depan, termasuk laga melawan Persebaya, harus dipindahkan ke Stadion I Wayan Dipta.

Sebelum menjamu Persebaya, Singo Edan terlebih dahulu akan menghadapi Madura United pada 24 April. “Mohon doa dan dukungan semua pihak, juga Aremania agar di Bali kami bisa lancar dan memetik kemenangan,” harap Yusrinal.

Laga Tanpa Penonton: Tradisi Derbi Jatim di Bali Berlanjut

Informasi yang didapatkan Jawa Pos juga menyebutkan bahwa duel melawan Persebaya akan digelar tanpa penonton. Artinya, baik Aremania maupun Bonek dilarang hadir langsung di stadion. Keputusan ini kemungkinan diambil untuk mengantisipasi potensi kericuhan antar suporter, mengingat rivalitas yang sangat tinggi antara kedua tim.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Derbi Jatim digelar di Stadion I Wayan Dipta. Berdasarkan catatan, setidaknya sudah dua kali pertemuan antara Persebaya melawan Arema FC dilangsungkan di stadion berkapasitas 15 ribu penonton tersebut.

Rekor Kandang Bali untuk Persebaya: Angin Segar bagi Bonek?

Dalam dua laga Derbi Jatim sebelumnya yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Persebaya Surabaya selalu berhasil meraih kemenangan. Pada 23 Februari 2022, Green Force menang tipis 1-0. Kemudian, mereka kembali meraih kemenangan dengan skor serupa pada 27 Maret 2024.

Dua pertandingan tersebut juga berjalan dengan situasi yang kondusif karena digelar tanpa kehadiran suporter. Rekor positif Persebaya di Bali saat melawan Arema FC ini tentu bisa menjadi angin segar bagi Bonek, meskipun mereka tidak bisa hadir langsung untuk mendukung tim kesayangannya.

Keputusan LIB untuk memindahkan venue Derbi Jawa Timur ke Stadion I Wayan Dipta dan menggelarnya tanpa penonton kemungkinan besar didasari oleh pertimbangan keamanan dan kelancaran pertandingan.

Meskipun mengecewakan bagi Aremania yang berharap laga digelar di Kanjuruhan, fokus kini tertuju pada bagaimana kedua tim akan bertarung di lapangan hijau demi gengsi dan poin penuh.

Mampukah Arema FC memutus rekor buruk di Bali melawan Persebaya? Atau akankah Green Force kembali berjaya di Pulau Dewata? Kita tunggu saja aksi kedua tim pada 28 April mendatang. (*/tur)

Related Articles

Back to top button