BeritaFAMILYHIBURANMETROPOLIS

Melodi Abadi: 8 Album Legendaris Era Baby Boomers yang Diam-Diam Jadi Favorit Milenial!

KALTENG.CO-Musik memiliki kekuatan ajaib untuk melampaui batasan waktu dan generasi, menghubungkan jiwa melalui melodi serta lirik yang abadi. Sering kali, album-album legendaris dari era Baby Boomers dianggap hanya menjadi konsumsi para pendengar lama.

Namun, faktanya, karya-karya klasik ini menyimpan daya tarik luar biasa yang tak lekang dimakan waktu, bahkan bagi generasi Milenial.

Banyak di antara kita mungkin tidak menyadari bahwa sejumlah album klasik itu diam-diam telah menjadi bagian dari playlist favorit Milenial, meskipun berasal dari era jauh sebelum mereka lahir. Daya tarik ini tidak hanya terletak pada nostalgia, melainkan pada kualitas musik yang universal dan relevansi lirik yang tetap menyentuh.

Melansir Geediting.com pada Minggu (25/05/2025), berikut delapan album lawas yang dicintai para Baby Boomers, tetapi juga diam-diam digandrungi oleh Milenial karena relevansinya yang tak lekang dimakan waktu:


1. Rumours – Fleetwood Mac (1977)

Album ini adalah mahakarya abadi yang dipenuhi drama, emosi, dan melodi yang adiktif. Kisah di balik liriknya tentang hubungan personal dalam band resonansi dengan banyak pendengar. Lagu-lagu seperti “Dreams” dan “Go Your Own Way” masih sering diputar dan direplikasi oleh musisi modern, membuktikan daya tariknya yang lintas generasi.

2. Thriller – Michael Jackson (1982)

Meskipun Michael Jackson adalah ikon yang melampaui batas waktu, album Thriller tetap menjadi standar emas dalam sejarah musik pop. Inovasi musikal, video klip ikonik, dan catchy-nya lagu-lagu seperti “Billie Jean” dan “Beat It” membuatnya tetap relevan dan menyenangkan bagi pendengar Milenial yang mencari musik dengan vibe yang kuat dan danceable.

3. Led Zeppelin IV – Led Zeppelin (1971)

Album ini menampilkan salah satu lagu paling legendaris sepanjang masa, “Stairway to Heaven.” Namun, kekuatan Led Zeppelin IV tidak hanya itu. Perpaduan rock, folk, dan blues yang kompleks namun memukau menawarkan kedalaman musikal yang terus menarik perhatian Milenial yang menghargai musik dengan fondasi kuat dan komposisi yang brilian.

4. The Dark Side of the Moon – Pink Floyd (1973)

Album ini bukan hanya kumpulan lagu, melainkan sebuah pengalaman sonik yang mendalam. Dengan tema-tema universal seperti waktu, uang, dan kegilaan, serta eksperimen audio yang revolusioner, The Dark Side of the Moon terus memukau Milenial yang mencari musik yang menawarkan lebih dari sekadar hiburan—sebuah karya seni yang mengajak berpikir.

5. Abbey Road – The Beatles (1969)

Sebagai salah satu album terakhir The Beatles, Abbey Road menunjukkan puncak kreativitas dan kejeniusan mereka. Berbagai gaya musik dalam satu album, dari rock ke ballad, dengan harmoni yang khas, membuat album ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak musisi dan tetap menjadi masterpiece yang dicintai Milenial penggemar musik berkualitas tinggi.

6. Tapestry – Carole King (1971)

Dengan lirik-lirik yang jujur dan melodi yang menyentuh, Tapestry adalah album yang terasa personal dan akrab. Kemampuan Carole King dalam menceritakan kisah melalui lagu-lagu seperti “I Feel the Earth Move” dan “You’ve Got a Friend” sangat disukai Milenial yang menghargai autentisitas dan kedalaman emosional dalam musik.

7. Hotel California – Eagles (1976)

Lagu utamanya, “Hotel California,” adalah narasi epik yang sarat makna. Album ini menampilkan perpaduan rock dan country yang halus, dengan guitar solo yang ikonik. Daya tarik abadi dari lirik-lirik yang puitis dan musik yang kaya membuat album ini terus menjadi favorit Milenial yang mencari lagu dengan karakter kuat dan cerita yang mendalam.

8. Born to Run – Bruce Springsteen (1975)

Album ini adalah himne tentang impian, kebebasan, dan pelarian dari realitas. Energi yang meluap-luap, lirik puitis tentang kehidupan di kota kecil, dan suara rock and roll yang murni membuat Born to Run tetap relevan. Milenial yang mengagumi musik dengan semangat yang menggebu dan lirik yang menginspirasi akan menemukan rumah dalam album ini.

Fenomena ini membuktikan bahwa musik klasik memiliki esensi yang tak lekang oleh zaman. Kualitas komposisi, kedalaman lirik, dan inovasi musikal yang ditawarkan album-album ini mampu menembus batasan demografi, menunjukkan bahwa warisan musikal Baby Boomers masih sangat relevan dan terus menginspirasi generasi yang jauh setelahnya. (*/tur)

Related Articles

Back to top button