Dorong Budaya Perubahan dan Pelayanan Masyarakat yang Humanis Menuju Palangka Raya Kota Masa Depan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Memasuki usia ke-60 tahun Pemerintah Kota Palangka Raya, semangat membangun kota yang produktif, kreatif, berbudaya, dan berdaya saing global terus bergema di setiap lini pemerintahan. Salah satunya datang dari Lurah Panarung, Evi Kahayanti, SE., NL.P., yang menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap arah pembangunan kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Fairid Naparin.
Evi menyatakan, bahwa enam dekade perjalanan Pemerintah Kota Palangka Raya adalah bukti nyata dari proses panjang transformasi birokrasi dan pelayanan publik yang semakin modern dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, komitmen kepala daerah dalam membentuk “Kota Keren dan Kota Masa Depan” sangat terasa hingga ke tingkat kelurahan.
“Kami di kelurahan merasakan langsung dampak dari kebijakan dan arahan pimpinan daerah, terutama dalam peningkatan kapasitas aparatur, pelayanan berbasis digital, serta pendekatan yang lebih humanis terhadap warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Evi melihat bahwa visi “Membangun Indonesia Emas dari Palangka Raya” bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat pondasi pembangunan dari bawah. Kelurahan, sebagai garda terdepan pemerintahan, menurutnya berperan penting dalam menjembatani program pembangunan kota dengan kebutuhan masyarakat di tingkat paling dasar.
“Kami optimis bahwa dengan sinergi yang baik antar perangkat daerah, serta dukungan masyarakat, Palangka Raya mampu menjadi model kota tangguh dan inklusif. Budaya perubahan yang digaungkan Bapak Wali Kota sangat relevan dengan tantangan zaman. Kami pun berkomitmen menjadikan Kelurahan Panarung sebagai bagian dari perubahan tersebut,” ungkap Evi.
Evi juga menekankan, pentingnya peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Menurutnya, ke depan tantangan tidak hanya soal infrastruktur dan layanan dasar, tetapi juga penguatan karakter, solidaritas sosial, dan ketahanan lingkungan.
“Semangat menuju Indonesia Emas harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti membangun lingkungan yang bersih, aman, tertib, dan inklusif. Semua ini bisa terwujud jika warga dan pemerintah saling percaya dan bekerja bersama,” tegasnya.
Sebagai penutup, Evi menyampaikan harapan agar momentum usia 60 tahun ini menjadi titik awal penguatan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami siap mendukung penuh kebijakan dan program strategis Pemerintah Kota Palangka Raya. Bersama kita jadikan kota ini semakin layak huni, maju, dan benar-benar menjadi Kota Keren yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (pra)
EDITOR : TOPAN



