BeritaEKSEKUTIFPEMKAB BARITO UTARA

Pj Bupati Ingatkan ASN dan Guru di Barito Utara: Jaga Etika, Hindari Joget TikTok Saat Jam Kerja!

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara, Muhlis, dengan tegas mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya para guru, untuk menjaga etika dan profesionalisme.

Ia secara spesifik menyoroti penggunaan media sosial seperti TikTok selama jam kerja, terutama jika melibatkan aksi joget-joget yang disiarkan secara langsung.

“Kami berharap apabila ada seperti itu (ASN main TikTok saat kerja), tolong ditegur dan dibina. Mudah-mudahan tidak ada yang memulai hal seperti ini,” kata Muhlis di Muara Teweh, Jumat (16/5/2025).

Penegasan ini disampaikan Pj Bupati Muhlis saat menghadiri acara pemberian reward kepada SMPN 2 Muara Teweh atas partisipasinya dalam pengelolaan sampah aktif.

Menjaga Citra Pendidik sebagai Panutan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Muhlis juga menekankan betapa krusialnya menjaga citra pendidik sebagai panutan di tengah masyarakat. Lingkungan sekolah, di mana guru berinteraksi langsung dengan siswa, menjadi cerminan nilai-nilai yang diajarkan. Oleh karena itu, perilaku ASN, khususnya guru, harus selaras dengan nilai-nilai edukasi dan profesionalisme.

“Kalau masih berseragam dinas, lalu joget-joget di media sosial, itu tentu tidak mencerminkan nilai edukasi yang baik,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa penggunaan seragam dinas membawa tanggung jawab moral dan profesional yang harus dijaga. Etika berpakaian dan perilaku di ranah publik, termasuk media sosial, menjadi sorotan penting.

Bijak Bermedia Sosial dan Menjaga Keamanan Daerah

Selain isu etika di media sosial, Pj Bupati Muhlis juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menerima informasi. Ia mendorong agar ASN tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya, terutama yang berpotensi memecah belah atau menimbulkan keresahan.

“Kita bersyukur hidup di Barito Utara dalam keadaan aman, damai, dan tenang. Itu harus kita jaga bersama, mulai dari lingkungan sekolah, guru, hingga anak-anak kita,” tegasnya. Pesan ini menekankan tanggung jawab kolektif untuk menjaga kondusivitas wilayah, dimulai dari lingkungan terdekat seperti sekolah dan keluarga.

Acara pemberian reward kepada SMPN 2 Muara Teweh tidak hanya menjadi apresiasi terhadap upaya pengelolaan lingkungan, tetapi juga momen untuk memperkuat komitmen seluruh elemen pendidikan dalam mendukung program lingkungan hidup dan, yang tak kalah penting, menjaga keteladanan dalam etika kerja.

Melalui penegasan ini, Pemkab Barito Utara berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai edukasi serta etika publik. (pra)

Related Articles

Back to top button