
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Menyambut Hari Anak Nasional (HAN), Rabu (23/07/2025), perhatian terhadap pemenuhan hak anak kembali menjadi sorotan. Tak terkecuali di Kota Palangka Raya, di mana dua pelaku usaha lokal, H. Sahrin selaku owner PT. Kelvin Berkah Mandiri, dan putranya Kelvin, pemilik Casadova Gym Center (CGC), menyerukan ajakan terbuka kepada masyarakat untuk turut serta menjadi bapak asuh bagi anak-anak yang mengalami atau berisiko mengalami stunting.
Langkah ini, menurut H. Sahrin, adalah bagian dari tanggung jawab sosial sebagai warga negara sekaligus bentuk kepedulian terhadap masa depan Kalimantan Tengah. Ia menyampaikan bahwa stunting bukan hanya permasalahan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Sebagai pengusaha lokal, kami merasa memiliki peran moral untuk ikut berkontribusi. Salah satunya melalui gerakan menjadi bapak asuh anak stunting. Kami berharap semakin banyak warga, terutama yang berkecukupan, tergerak untuk ikut serta,” ujar H. Sahrin.
Stunting masih menjadi isu strategis di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Penanganannya tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Diperlukan sinergi dari semua pihak, termasuk sektor swasta dan komunitas masyarakat.
Setiap Anak Memiliki Hak Yang Sama
Kelvin, sebagai representasi generasi muda yang aktif di bidang kebugaran, turut memperkuat pesan tersebut. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh. Melalui Casadova Gym Center, ia juga rutin menyampaikan edukasi tentang pentingnya gizi dan gaya hidup sehat kepada masyarakat.
“Anak-anak yang tumbuh dengan kondisi stunting memiliki risiko perkembangan yang terhambat, baik fisik maupun mental. Ini akan berdampak jangka panjang. Oleh karena itu, kita harus turun tangan bersama,” terang Kelvin.
Dalam praktiknya, H. Sahrin dan Kelvin telah memulai aksi konkret dengan menjadi bapak asuh bagi beberapa anak dari keluarga prasejahtera yang membutuhkan bantuan gizi dan perawatan. Mereka menyuplai kebutuhan nutrisi tambahan, dukungan transportasi kesehatan, hingga pemantauan tumbuh kembang melalui jaringan relawan.
Aksi keduanya ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk turut menumbuhkan semangat solidaritas sosial, terutama dalam isu-isu yang menyentuh kehidupan anak-anak.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung semangat untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Dan melalui keterlibatan warga seperti H. Sahrin dan Kelvin, langkah kecil menuju tujuan besar itu bisa semakin nyata. (pra)
EDITOR : TOPAN



