BeritaHukum Dan KriminalNASIONAL

Profil Dwi Hartono: Pengusaha Sekaligus Motivator yang Diduga Aktor Intelektual Pembunuhan Kacab BRI

KALTENG.CO-Di era media sosial, setiap orang bisa membangun citra diri yang terlihat sempurna. Dwi Hartono (DH), yang dikenal dengan akun Instagram-nya @klanhartono, adalah salah satu contohnya. Dengan puluhan ribu pengikut, ia sering membagikan kegiatan sebagai pengusaha dan motivator.

Namun, citra ini hancur dalam sepekan. Pada 20 Agustus 2025, DH menjadi sorotan media bukan karena prestasinya, melainkan karena dugaan keterlibatannya sebagai otak penculikan dan pembunuhan seorang kepala cabang bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.

Korban, yang merupakan kepala cabang BRI di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, diculik secara paksa dari area parkir salah satu mal di Jakarta Timur. Tidak sampai 24 jam setelah penculikan, Ilham ditemukan tak bernyawa di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Penyelidikan Polisi Menyeret Nama Dwi Hartono

Kasus tragis ini awalnya ditangani oleh Polres Metro Jakarta Timur sebelum akhirnya dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Berkat penyelidikan yang intensif, nama DH muncul sebagai aktor intelektual di balik kejahatan ini. Pria yang kerap beraktivitas sebagai pengusaha dan motivator ini akhirnya ditangkap di Solo, Jawa Tengah pada Jumat (22/8/2025) lalu.

Penangkapan tidak hanya menargetkan DH. Polisi juga mengamankan dua tersangka lain berinisial YJ dan AA di Solo. Pengembangan kasus ini berlanjut ke Jakarta Utara, di mana tersangka berinisial C juga berhasil diringkus di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Keempatnya, yakni DH, YJ, AA, dan C, kini telah ditetapkan sebagai tersangka utama.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, DH dikenal sebagai pengusaha di berbagai bidang, termasuk properti, perkebunan, trading, pendidikan, e-commerce, dan fashion. Ia juga mengelola sebuah yayasan bernama Hartono Foundation yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Namun, di balik itu, polisi menyebut DH sebagai otak di balik penculikan dan pembunuhan Ilham.

Mahasiswa UGM yang Dinonaktifkan Akibat Kasus Pidana

Terungkap pula fakta lain yang mengejutkan. DH ternyata adalah mahasiswa Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Kampus Jakarta. Merespons kasus hukum yang menjerat mahasiswanya, UGM mengambil langkah tegas.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menyatakan bahwa pihak kampus telah menonaktifkan DH dari seluruh kegiatan akademik. “Penonaktifan (DH) ditetapkan melalui surat resmi dari Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari,” ujar Andi. Keputusan ini menunjukkan komitmen UGM untuk mendukung proses hukum dan menjaga integritas institusi di hadapan kasus pidana yang serius.

Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa citra di media sosial tidak selalu mencerminkan kenyataan. Penyelidikan oleh Polda Metro Jaya masih terus berlanjut untuk mengungkap motif dan detail lebih lanjut di balik kasus yang menyeret seorang figur publik sebagai tersangka utama. (*/tur)

Related Articles

Back to top button