Kadin Kalteng: Literasi adalah Pondasi Ekonomi Kreatif dan Daya Saing Daerah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dunia usaha dan dunia industri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga cerdas, kritis, dan kreatif. Semua itu, menurut Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Tengah, berawal dari kemampuan literasi yang kuat. Dalam rangka memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan Nasional 14 September 2025, Kadin Kalteng menegaskan pentingnya peran perpustakaan sebagai pilar pembangunan manusia yang berdaya saing.
Pesan tersebut di sampaikan oleh Direktur Eksekutif Kadin Kalteng, Ahmad Rusdi, mewakili Ketua Umum Kadin Kalteng, Dr. H. Rahmat Nasution Hamka, SH., M.Si., CRGP.
“Atas nama Kadin Kalimantan Tengah, kami mengucapkan selamat memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan Nasional. Perpustakaan adalah jantung literasi bangsa, sumber inspirasi, dan modal dasar untuk melahirkan SDM unggul. Tanpa budaya membaca, sulit membayangkan daya saing daerah kita bisa tumbuh maksimal,” ucap Rusdi, Minggu (14/9/2025).
Di jelaskan Rusdi, perpustakaan kini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi sudah berkembang menjadi pusat inovasi dan pembelajaran sepanjang hayat. Dalam perspektif dunia usaha, hal ini sangat erat kaitannya dengan kebutuhan SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, pasar, dan persaingan global.
Perpustakaan Yang Kuat Akan Melahirkan Masyarakat Yang Cerdas
“Literasi adalah fondasi bagi lahirnya pelaku usaha kreatif, wirausahawan tangguh, dan tenaga kerja berdaya saing. Perpustakaan yang hidup dan berkembang berarti menyiapkan generasi penerus yang siap masuk ke dunia usaha dan industri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kadin Kalteng mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas, untuk berkolaborasi dalam menghidupkan budaya literasi. Menurutnya, perpustakaan harus di beri dukungan penuh, baik dalam bentuk sarana fisik, digitalisasi layanan, maupun kegiatan literasi yang dekat dengan masyarakat.
“Kami di Kadin percaya, perpustakaan yang kuat akan melahirkan masyarakat yang cerdas. Dan masyarakat yang cerdas adalah modal utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tambah Rusdi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pustakawan, guru, dan komunitas literasi yang selama ini mengabdikan diri untuk membumikan semangat membaca di Kalimantan Tengah.
“Momentum Hari Kunjungan Perpustakaan ini adalah waktu yang tepat untuk kita semua mengingat kembali bahwa membaca adalah investasi jangka panjang. Dengan literasi, kita membangun daya saing, dengan perpustakaan, kita menyiapkan masa depan,” pungkasnya. (pra)
EDITOR: TOPAN




