DISKOMINFO KALTENGDiskominfosantikDISKOMINFOSANTIK KALTENGPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Disbun Kalteng Luncurkan Aplikasi DayaKerja.id, Solusi Serap Tenaga Kerja Lokal

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng bersama Tim Percepatan Perluasan Tenaga Kerja (TP2TK) resmi meluncurkan inovasi digital berupa aplikasi DayaKerja.id. Platform ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat kemandirian generasi muda daerah.

Langkah ini sejalan dengan visi dan arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo yang menekankan pentingnya membuka akses lapangan kerja yang cepat, lokal, dan terpercaya.

Masalah Ketenagakerjaan di Kalteng

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng per Februari 2025, jumlah angkatan kerja di provinsi ini mencapai 1,49 juta orang dengan sekitar 52 ribu jiwa masih menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 3,47%.

Fenomena ini dipicu oleh masih terbatasnya akses pekerjaan yang jelas, terutama bagi lulusan SMA/SMK hingga sarjana. Banyak di antara mereka kesulitan memperoleh informasi lowongan yang valid. Bahkan, sebagian besar lowongan kerja yang beredar di media sosial justru rawan penipuan.

Padahal, potensi sumber daya manusia (SDM) lokal Kalteng sangat besar. Namun tanpa sarana yang efektif, pencari kerja lokal sulit menembus pasar tenaga kerja maupun perusahaan yang membutuhkan.

Solusi Digital: Cepat, Lokal, dan Terpercaya

Kepala Dinas Perkebunan Kalteng H. Rizky Ramadhana Badjuri, ST., MT. menegaskan bahwa aplikasi DayaKerja.id di rancang untuk menjawab tantangan tersebut.

“Platform ini tidak hanya mempertemukan pencari kerja lokal dengan perusahaan, tapi juga memastikan adanya transparansi, akurasi, dan keamanan dalam setiap prosesnya,” ujarnya.

Melalui aplikasi ini, informasi lowongan kerja yang masuk akan di verifikasi dengan baik, sehingga pencari kerja dapat terhindar dari praktik penipuan.

Tujuan dan Manfaat Aplikasi DayaKerja.id

Beberapa tujuan utama dari inovasi ini meliputi:
1. Mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.
2. Menyediakan akses lowongan kerja yang akurat dan transparan.
3. Mendorong kesetaraan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK maupun sarjana.
4. Membangun kepercayaan publik terhadap sistem rekrutmen tenaga kerja.

Adapun manfaat yang di rasakan antara lain:
1. Membuka peluang kerja lebih luas bagi pencari kerja lokal.
2. Mengurangi angka pengangguran dengan distribusi tenaga kerja yang merata.
3. Memperkuat basis data kebutuhan tenaga kerja daerah.
4. Mendorong perusahaan untuk mengutamakan tenaga kerja asal Kalteng.

Proyeksi Dampak

Dis bun Kalteng dan TP2TK memperkirakan aplikasi ini mampu menyalurkan ribuan lowongan kerja dalam setahun. Dengan proyeksi konservatif, terdapat 1.000–3.000 lowongan terdaftar per tahun. Sementara dengan skenario optimis, jumlahnya dapat mencapai 5.000–10.000 lowongan.

Dampak ini di harapkan berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan Kebijakan Pemprov Kalteng

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan semangat visi “Satu Rumah, Satu Sarjana” yang bertujuan memastikan lulusan perguruan tinggi tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki peluang kerja yang jelas.

“Generasi muda Kalteng harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di tanahnya sendiri. Aplikasi ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemprov dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” tegas Agustiar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Edy Pratowo menambahkan bahwa inovasi digital seperti DayaKerja.id menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan zaman.

Analisis Ekonomi: Pendapatan dan Kesejahteraan

Dalam jangka panjang, keberadaan aplikasi ini di proyeksikan akan mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga, mengurangi beban sosial akibat pengangguran, serta memperluas basis tenaga kerja profesional di Kalteng.

Dengan demikian, DayaKerja.id bukan sekadar platform pencarian kerja, melainkan instrumen penting yang menyatukan kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berdaya saing. (pra)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button