Ini 7 Tanda Hubungan Hanya Bertahan Karena Tanggung Jawab, Bukan Cinta Sejati

KALTENG.CO-Cinta adalah pondasi utama dalam sebuah hubungan, namun dinamika kehidupan seringkali membuat perasaan itu memudar seiring berjalannya waktu. Tidak jarang, kita menemukan pasangan yang secara fisik hidup bersama, bahkan bertahun-tahun lamanya, tetapi tidak lagi saling mencintai seperti dulu.
Fenomena ini melahirkan dilema emosional yang kompleks dan menjadi bukti bahwa mempertahankan hubungan bisa didorong oleh faktor-faktor selain cinta, seperti kebiasaan, kenyamanan, atau tanggung jawab. Pasangan semacam ini menunjukkan tingkat kompromi yang tinggi, meski harus mengorbankan kebahasaan hati.
Lantas, bagaimana cara mengetahui bahwa sebuah pasangan telah kehilangan percikan cinta namun tetap memilih untuk bertahan?
Tanda-Tanda Cinta yang Telah Memudar di Tengah Kebersamaan
Dilansir dari geediting.com (Jumat, 26/9), berikut adalah tujuh ciri utama yang menunjukkan bahwa pasangan tidak lagi saling mencintai, tetapi tetap hidup dalam satu atap:
1. Minimnya Komunikasi yang Mendalam
Pasangan yang sudah kehilangan cinta sejati cenderung membatasi komunikasi hanya pada hal-hal praktis atau logistik rumah tangga (misalnya, pembayaran tagihan, jadwal anak, atau belanja). Tidak ada lagi pembicaraan tentang perasaan, impian, atau kekhawatiran pribadi yang mendalam. Mereka hidup berdampingan, bukan berbagi.
2. Hilangnya Keintiman Fisik dan Emosional
Keintiman, baik sentuhan fisik (seperti berpegangan tangan atau pelukan spontan) maupun keintiman emosional, akan sangat berkurang atau bahkan hilang sepenuhnya. Sentuhan menjadi mekanis atau hanya terjadi pada momen tertentu (seperti tidur), tanpa didasari oleh hasrat atau kerinduan yang tulus.
3. Prioritas Pasangan Bukan Lagi Utama
Dalam hubungan yang dilandasi cinta, pasangan adalah prioritas pertama atau kedua setelah pekerjaan/anak. Namun, pada pasangan yang hanya bertahan karena kebiasaan, pasangan terasa seperti kewajiban tambahan. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu luang dengan teman, hobi, atau bahkan sendirian, daripada bersama pasangannya.



