
KALTENG.CO-Pekan ketujuh Super League 2025/2026 akan ditutup dengan duel krusial yang mempertemukan dua tim pesakitan, Persis Solo melawan Arema FC.
Pertarungan ini bukan hanya sekadar memperebutkan tiga poin, tetapi menjadi ajang pembuktian mentalitas untuk segera bangkit dari rentetan hasil minor.
Laga Persis Solo vs Arema FC akan digelar pada Minggu (28/9/2025) sore, tepat pukul 15.30 WIB di markas Laskar Sambernyawa, Stadion Manahan, Surakarta. Bagi tuan rumah, hasil di laga ini sangat menentukan: lekas bangkit dari jurang klasemen atau semakin terbenam.
Kondisi Pahit dan Tren Negatif Kedua Tim
Baik Persis Solo maupun Arema FC memasuki duel ini dengan kondisi yang sama-sama memprihatinkan. Keduanya seperti sudah melupakan rasa kemenangan, setidaknya dalam tiga pertandingan terakhir di liga.
Persis Solo: Terbenam di Dasar Klasemen
Kondisi Laskar Sambernyawa adalah yang paling mengkhawatirkan. Selain masalah internal terkait penunggakan gaji yang sempat menerpa, Persis Solo kini terpuruk di dasar klasemen sementara (Posisi 18) dengan koleksi hanya empat poin dari enam laga.
Satu-satunya hasil manis yang diraih Persis terjadi pada pekan pembuka, saat mereka sukses mencuri kemenangan 2-1 dari markas Madura United FC. Setelah itu, yang terjadi hanyalah kemerosotan. Dalam lima laga berikutnya, Persis gagal menang, bahkan menelan empat kekalahan telak dari:
- Persija Jakarta (0-3)
- Bhayangkara Presisi Lampung FC (0-2)
- Persijap Jepara (1-2)
- Borneo FC Samarinda (0-1)
Hasil paling ‘mending’ hanyalah menahan imbang PSBS Biak (2-2) di pekan ketiga. Catatan ini menjadi alarm keras bagi pelatih Peter de Roo dan seluruh skuad.
Arema FC: Delapan Poin dan Tiga Laga Tanpa Kemenangan
Dibandingkan tuan rumah, Arema FC (Singo Edan) memang memiliki catatan sedikit lebih baik, berada di papan tengah bawah (Posisi 9 atau 11) dengan perolehan delapan poin dari enam pertandingan.
Namun, Singo Edan juga sedang berada dalam tren negatif. Mereka sudah tidak merasakan kemenangan sejak pertengahan Agustus. Tiga laga terakhir Arema FC berakhir dengan hasil mengecewakan, berupa satu kali imbang kontra Persijap Jepara (0-0) dan dua kekalahan beruntun di kandang sendiri dari Dewa United Banten FC dan Persib Bandung, masing-masing dengan skor 1-2. Kemenangan wajib diraih untuk mengamankan posisi mereka dari papan bawah.
Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diperkuat Kembalinya Jordy Tutuarima
Melihat rapor buruk timnya, Pelatih Persis Solo, Peter de Roo, mencoba menyuntikkan semangat baru. Ia menegaskan bahwa laga kontra Singo Edan adalah kesempatan emas untuk bangkit di hadapan pendukung sendiri.
Apalagi, kondisi tim Laskar Sambernyawa kini mulai membaik, terutama dengan kembalinya bek andalan, Jordy Tutuarima. Pemain asal Belanda ini sempat absen karena harus kembali ke negaranya lantaran sang ibunda sakit dan meninggal dunia. Kehadiran Jordy diharapkan mampu menambal kerentanan lini belakang Persis.
“Setelah laga melawan Borneo FC, ini adalah saatnya kami mengembalikan keadaan. Karena ada beberapa kondisi yang sekarang sudah jauh lebih baik,” kata Peter de Roo.
“Saya senang karena Jordy Tutuarima sudah bisa kembali bergabung dengan kami dan bisa kembali bermain esok. Ada beberapa pemain yang juga sudah pulih dari cedera. Kami sudah mempersiapkan tim untuk menghadapi Arema FC. Saya pikir ini saatnya kami meraih kemenangan di Manahan,” tegas De Roo, menyiratkan optimisme tinggi.
Rekor Pertemuan: Arema FC Mendominasi
Jika merujuk pada rekor pertemuan head-to-head (H2H) dalam lima duel terakhir, Persis Solo memiliki beban sejarah yang berat. Arema FC mendominasi dan belum pernah kalah dari Laskar Sambernyawa sejak Juli 2023:
- 5/5/2025: Persis Solo 0-1 Arema FC
- 12/12/2024: Arema FC 1-1 Persis Solo
- 31/7/2024: Persis Solo 0-2 Arema FC
- 09/12/2023: Arema FC 3-1 Persis Solo
- 30/7/2023: Persis Solo 1-1 Arema FC
Dengan adanya tekanan di dasar klasemen, pulihnya pemain kunci, dan rekor H2H yang tidak menguntungkan, laga ini dipastikan akan menjadi pertarungan hidup-mati bagi Persis Solo.
Stadion Manahan akan menjadi saksi apakah Laskar Sambernyawa mampu menepis semua tren buruk dan keluar sebagai pemenang di pekan ketujuh. (*/tur)



