
KALTENG.CO-Piala Dunia U-20 2025 di Chili resmi bergulir pada Sabtu (27/9/2025), menjanjikan pertarungan sengit para talenta muda yang siap mengukir nama mereka di panggung global.
Turnamen yang selama ini dikenal sebagai “pabrik” penghasil bintang sepak bola masa depan ini, kini menyoroti kekuatan baru dari kawasan Arab dan Afrika.
Tiga tim dari dunia Arab—Mesir, Maroko, dan Arab Saudi—hadir sebagai motor kekuatan, didampingi oleh wakil tangguh dari Benua Hitam, Nigeria dan Afrika Selatan. Kehadiran mereka menunjukkan adanya pergeseran peta kekuatan sepak bola usia muda yang patut diperhitungkan.
Tekad Besar dari Wakil Arab dan Afrika
Para wakil Arab datang ke Chili dengan bekal kualifikasi yang impresif:
- Mesir memastikan tiket setelah finis di posisi keempat pada Piala Afrika U-20.
- Maroko tampil lebih cemerlang dengan meraih gelar runner-up di turnamen yang sama, setelah di final kalah tipis dari Afrika Selatan.
- Arab Saudi menempuh jalur Asia, mengamankan tempat di Piala Dunia U-20 setelah menyingkirkan Korea Selatan melalui adu penalti di semifinal Piala Asia U-20, meski akhirnya menjadi runner-up usai tunduk dari Australia.
Sementara itu, Afrika Selatan sendiri merupakan juara Piala Afrika U-20 2025, yang menjadikan mereka salah satu tim yang paling diwaspadai dari benuanya.
“Bintang-bintang masa depan sepak bola akan memulai perjalanannya menuju kejayaan Piala Dunia U-20 hari ini,” tulis akun resmi FIFA World Cup melalui media sosial, menegaskan betapa krusialnya ajang ini bagi karier para pemain muda.
Tantangan Berat di Fase Grup
Undian fase grup menempatkan para wakil Arab dan Afrika di posisi yang tidak mudah, memaksa mereka menghadapi kekuatan-kekuatan tradisional sepak bola dunia:
| Tim | Grup | Lawan Berat |
| Mesir | Grup A | Bersaing dengan tuan rumah Chili, Selandia Baru, dan Jepang. |
| Maroko | Grup C | Terjebak dalam “Grup Neraka” bersama raksasa dunia Brasil, Spanyol, dan Meksiko. |
| Arab Saudi | Grup F | Menghadapi tantangan sengit dari Kolombia, Norwegia, dan sesama wakil Afrika, Nigeria. |
| Afrika Selatan | Grup E | Menempuh jalan terjal dengan menghadapi Amerika Serikat, Kaledonia Baru, dan Prancis. |
Hanya dua tim teratas dari setiap grup yang berhak lolos otomatis ke Babak 16 Besar, ditambah empat tim peringkat ketiga terbaik. Ini menuntut para wakil Arab dan Afrika untuk tampil di level tertinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Jembatan Menuju Piala Dunia Senior
Turnamen edisi kali ini terasa semakin spesial karena berlangsung hanya satu tahun sebelum Piala Dunia 2026. Bagi banyak pemain, ajang di Chili ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan mereka, bukan hanya untuk menembus skuad senior negara masing-masing, tetapi juga untuk menarik minat klub-klub besar Eropa.
Mesir telah membuka langkah mereka dengan menghadapi Jepang pada Minggu (28/9), sementara laga-laga krusial lainnya seperti Maroko melawan Spanyol dan Kolombia melawan Arab Saudi menyusul di hari-hari berikutnya.
Kini, sorotan dunia sepak bola mengarah sepenuhnya ke Chili. Apakah Mesir, Maroko, dan Arab Saudi mampu membawa harum nama kawasan Arab di kancah global dan melahirkan sensasi baru, ataukah dominasi tim-tim tradisional seperti Brasil, Spanyol, dan Prancis akan kembali terulang? Hanya waktu yang akan menjawab. (*/tur)



