
KALTENG.CO-Marc Marquez telah resmi menorehkan sejarah baru yang monumental di dunia balap motor. Pembalap asal Spanyol ini kembali ke puncak kejayaan dengan merebut gelar Juara Dunia MotoGP ketujuh pada musim 2025.
Gelar ini terasa sangat spesial, mengingat Marquez harus melewati enam tahun penuh tantangan, termasuk serangkaian cedera parah dan operasi. Pencapaian ini menegaskan ketangguhan mental dan fisik sang Alien dan langsung disertai dengan sederet rekor gemilang.
Berikut adalah 5 fakta utama yang menyoroti betapa luar biasanya pencapaian Marc Marquez meraih gelar juara dunia ke-7, seperti dirangkum dari laman resmi MotoGP pada Senin (29/9/2025).
1. Jeda Terlama Menuju Gelar ke-7: Rekor Ketekunan
Marc Marquez meraih gelar juara dunia kelas premier ketujuhnya setelah menanti selama 2.184 hari sejak titel terakhirnya pada tahun 2019. Jeda waktu enam tahun ini secara resmi memecahkan rekor waktu tunggu terlama dalam sejarah MotoGP untuk kembali merebut gelar juara.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Casey Stoner, yang memiliki selisih empat tahun antara gelar 2007 dan 2011. Ketekunan, kemauan keras, dan ketangguhan mental membuat Marquez mampu menaklukkan hambatan panjang cedera dan kembali menjadi juara sejati.
2. Dominasi Fantastis: Rekor Kemenangan dan Poin Tertinggi Era Sprint
Musim 2025 menjadi ajang dominasi Marquez yang tak terbantahkan. Ia mencatat 10 kemenangan ganda (double victory) dalam satu musim, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Francesco Bagnaia pada musim 2024.
Tidak hanya itu, Marquez juga mengemas tujuh kemenangan beruntun bersama Ducati dari seri Aragon hingga Hungaria. Dengan total perolehan 541 poin dan masih menyisakan lima balapan, raihannya menjadi yang tertinggi sejak format Sprint Race diperkenalkan pada tahun 2023. Catatan ini membuktikan bahwa Marquez kembali ke level performa terbaiknya.
3. Adaptasi Cepat Bersama Ducati: Sejajar dengan Stoner dan Dovi
Gelar ini juga menegaskan adaptasi luar biasa Marquez pada motor pabrikan Italia. Marquez kini menjadi pembalap keempat yang berhasil menjuarai MotoGP bersama Ducati, sejajar dengan nama-nama besar seperti Casey Stoner, Francesco Bagnaia, dan Jorge Martin.
Lebih mengesankan lagi, ia menjadi pembalap Ducati kedua yang sukses menang dalam musim debutnya di tim pabrikan tersebut, mengulang prestasi Casey Stoner. Kemenangan ke-14 bersama Ducati di Misano juga membuatnya menyamai rekor Andrea Dovizioso dalam daftar pembalap Ducati tersukses sepanjang masa.
4. Total 73 Kemenangan MotoGP dan Semangat Juang Tak Terkalahkan
Kemenangan ini menambah koleksi kemenangan MotoGP Marquez menjadi 73 kali, menempatkannya di posisi kedua terbanyak sepanjang masa, hanya di bawah legenda Valentino Rossi (89 kemenangan).
Pencapaian ini menjadi kisah pribadi yang luar biasa. Sejak 2019, Marquez telah mengalami 108 kecelakaan dan menjalani lima kali operasi besar pada lengan dan bahu kanannya, memaksanya absen di sekitar 30 balapan. Namun, cedera dan jeda panjang tidak mampu mematahkan semangatnya. Catatan ini membuktikan semangat juang luar biasa dari pembalap bernomor 93 tersebut.
5. Menyamai Legenda: Sejajar dengan Valentino Rossi
Gelar juara dunia MotoGP ketujuh ini menempatkan Marc Marquez sejajar dengan legenda MotoGP lainnya, Valentino Rossi, dalam jumlah total gelar kelas utama. Kini, hanya Giacomo Agostini yang unggul dengan delapan gelar.
Pencapaian ini secara definitif meneguhkan status Marquez sebagai salah satu pembalap terbesar dalam sejarah MotoGP. Kembali ke puncak setelah melewati rintangan karier yang nyaris mengakhiri segalanya membuat prestasinya semakin menginspirasi dan tak terbantahkan. (*/tur)



