Pemprov Kalteng Dorong Akselerasi Sanitasi Berkelanjutan Lewat Coaching Clinic PPSP 2025

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) kembali menyelenggarakan Coaching Clinic 7 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) sebagai bagian dari komitmen mempercepat pembangunan sanitasi permukiman berkelanjutan di seluruh wilayah Kalteng.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (6/11/2025) ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, mewakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung.
Dalam sambutannya, Herson menjelaskan bahwa Coaching Clinic 7 menjadi tahapan strategis dalam implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK). Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Coaching Clinic 6 yang sebelumnya dilaksanakan pada Agustus 2025 di tingkat provinsi.
“Melalui tahapan ini, kita memasuki Milestone 4, yakni penyelenggaraan layanan sanitasi berkelanjutan. Ini merupakan momentum penting untuk memantau pelaksanaan pembangunan sanitasi sekaligus menguji model layanan yang dapat diterapkan lebih luas di tahun 2025,” ujar Herson.
Lebih lanjut ia memaparkan, pelaksanaan Coaching Clinic kali ini juga digunakan untuk meninjau kemajuan implementasi SSK di berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah yang kini telah berada pada fase berbeda.
Beberapa daerah telah menunjukkan progres signifikan, antara lain Kabupaten Lamandau dan Katingan yang memasuki progres tahun kedua, Murung Raya dan Barito Timur tahun ketiga, Barito Selatan dan Sukamara tahun keempat, serta Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat yang kini berada di progres tahun kelima.
Herson menegaskan, Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) merupakan upaya terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan layanan sanitasi yang layak, aman, dan berkelanjutan.
“Tujuan utamanya adalah mengarusutamakan pembangunan sanitasi agar setiap masyarakat, tanpa terkecuali, memperoleh akses layanan dasar yang memadai dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain menjadi wadah evaluasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk merumuskan langkah strategis ke depan melalui masukan dari Kelompok Kerja Pengembangan Permukiman dan Air Minum (Pokja PPAS) provinsi maupun pusat.
“Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PPSP tahun berjalan, termasuk menyusun rencana kerja Pokja tahun 2026 serta kesiapan kegiatan hingga 2027–2028,” jelasnya.
Adapun dalam kegiatan tersebut, seluruh Pokja Kabupaten/Kota — meliputi Gunung Mas, Barito Utara, Lamandau, Katingan, Murung Raya, Barito Timur, Barito Selatan, Sukamara, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat — turut memaparkan hasil pemantauan, evaluasi, serta kesiapan mereka dalam melanjutkan program pembangunan sanitasi berkelanjutan di daerah masing-masing.
“Sinergi lintas sektor dan lintas daerah menjadi kunci keberhasilan PPSP di Kalimantan Tengah. Melalui forum seperti ini, kita memperkuat komitmen bersama menuju sanitasi yang lebih layak, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Herson. (pra)
EDITOR: TOPAN



