Meta Menang Sengketa Antitrust AS! WhatsApp dan Instagram Tetap Berada dalam Satu Perusahaan

KALTENG.CO-Meta Platforms Inc., perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, berhasil mencatat kemenangan monumental dalam sengketa antitrust (antimonopoli) di Amerika Serikat.
Seorang hakim federal memutuskan bahwa Meta tidak terbukti menjalankan praktik monopoli ilegal dalam pasar jejaring sosial pribadi.
Keputusan penting ini secara langsung memastikan bahwa Meta tidak diwajibkan untuk melepaskan dua aset strategisnya, yaitu WhatsApp dan Instagram, yang selama ini menjadi mesin utama pertumbuhan bisnis perusahaan.
Strategi ‘Beli atau Bungkam’ FTC Ditolak Pengadilan
Gugatan ini diajukan oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS. FTC menuduh Meta menerapkan strategi agresif yang mereka sebut sebagai ‘beli atau bungkam’ ketika mengakuisisi Instagram pada tahun 2012 dan WhatsApp pada tahun 2014. Tuduhan FTC menyebutkan bahwa akuisisi tersebut dimaksudkan untuk menyingkirkan pesaing yang baru mulai berkembang.
Jika gugatan tersebut dikabulkan, Meta akan dipaksa memisahkan kedua platform tersebut, sebuah langkah yang dapat merombak total struktur bisnis salah satu raksasa teknologi terbesar di dunia ini.
Namun, Hakim Distrik AS, James Boasberg, menolak tegas tuduhan tersebut. Menurutnya, dinamika persaingan di pasar media sosial telah berubah dengan sangat cepat.
Kemunculan TikTok Mengubah Peta Persaingan
Dalam putusan tertulisnya, Hakim Boasberg menjelaskan bahwa FTC gagal membuktikan bahwa Meta masih memegang kekuatan monopoli di pasar saat ini. Peta kompetisi media sosial kini jauh lebih beragam, terutama dengan kemunculan TikTok dan berbagai platform video lain sebagai penantang yang sangat kuat bagi dominasi Meta.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (19/11/2025), Hakim Boasberg menyatakan, “Apakah Meta pernah memiliki kekuatan monopoli di masa lalu, lembaga ini tetap harus membuktikan bahwa Meta masih memiliki kekuatan tersebut saat ini. Putusan pengadilan hari ini menyimpulkan bahwa FTC tidak berhasil membuktikannya.”
Keputusan ini menunjukkan penilaian eksplisit bahwa analisis FTC sudah tidak selaras dengan kondisi pasar teknologi yang terus bergerak. Hakim bahkan menyinggung perubahan pasar digital dengan mengutip gagasan filosofis bahwa “kita tak pernah benar-benar melintasi sungai yang sama dua kali,” menegaskan bahwa pasar jejaring sosial bersifat fluid dan terus berevolusi.
Tanggapan Meta dan FTC
Meta menyambut baik putusan pengadilan. Juru bicara perusahaan menilai ini sebagai pengakuan atas realitas persaingan ketat yang terjadi di industri teknologi global.
“Keputusan ini menunjukkan bahwa Meta beroperasi dalam lingkungan persaingan yang sangat dinamis. Produk-produk kami terus memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus mencerminkan inovasi serta pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat,” kata juru bicara Meta.
Sebaliknya, FTC menyatakan kekecewaannya. Regulator ini berpendapat bahwa Meta tetap mempertahankan dominasinya melalui akuisisi yang menghambat kompetisi. Namun, hakim berpendapat analisis FTC terlalu fokus pada ‘pesaing lama’, sementara bentuk jejaring sosial modern telah berubah secara fundamental.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya juga telah menolak anggapan akuisisi itu bertujuan menghalangi pesaing, menegaskan bahwa Instagram dan WhatsApp dibeli karena kualitas teknis dan potensi pertumbuhan yang kuat.
Implikasi Global Kemenangan Big Tech
Kemenangan Meta ini memiliki signifikansi global yang besar. Di saat regulator di berbagai negara semakin mengetatkan pengawasan terhadap perusahaan raksasa teknologi (Big Tech), putusan ini menjadi penanda bahwa upaya menertibkan mereka di Amerika Serikat menghadapi tantangan yang kompleks dan membutuhkan bukti yang sangat kuat mengenai kondisi pasar saat ini.
Meskipun Google baru-baru ini dinyatakan melanggar hukum antimonopoli di sektor pencarian dan iklan digital, Meta berhasil lolos dalam kasus ini.
Dengan putusan ini, Meta mempertahankan kendali penuh atas WhatsApp dan Instagram, dua platform yang memperkuat posisinya dalam ekosistem teknologi global. (*/tur)



