BeritaEkonomi BisnisNASIONAL

IHSG Senin 5 Januari Diprediksi Melemah Terbatas Imbas Konflik AS-Venezuela, Cek Level Supportnya!

KALTENG.CO-Dinamika geopolitik global mendadak memanas di awal tahun 2026. Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela kini menjadi sorotan utama yang membayangi pergerakan pasar keuangan dunia, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia.

Isu penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh otoritas Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran baru di kalangan investor. Hendra Wardana, analis pasar modal sekaligus founder Republik Investor, menilai situasi ini langsung berdampak pada meningkatnya persepsi risiko global (global risk perception).

Dampak Geopolitik terhadap Pasokan Energi Dunia

Menurut Hendra, ketegangan ini memicu aversi risiko investor dalam jangka pendek. Sebagai negara pemegang cadangan minyak bumi terbesar di dunia, setiap gejolak yang melibatkan Venezuela berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.

“Kondisi ini mendorong harga minyak bergerak volatile dan cenderung menguat dalam jangka pendek,” ujar Hendra dalam analisisnya, Minggu (4/1/2026).

Meskipun kenaikan harga komoditas menjadi kabar baik bagi emiten energi, namun di sisi lain, hal ini memperparah kekhawatiran akan inflasi global. Investor asing diprediksi akan cenderung mengambil sikap wait and see untuk mengantisipasi ketidakpastian lebih lanjut.


Proyeksi IHSG Senin, 5 Januari 2026

Bagaimana nasib bursa domestik pada pembukaan perdagangan esok hari? Hendra memproyeksikan IHSG akan mengalami pelemahan terbatas.

  • Support Krusial: 8.642 hingga 8.672.
  • Resistance Terdekat: 8.777 (Level Puncak Historis).
  • Sentimen Utama: Geopolitik, nilai tukar Rupiah, dan arah suku bunga global.

“Area support tersebut menjadi level krusial untuk mengukur kekuatan pasar. Selama level ini mampu bertahan, peluang IHSG untuk kembali menguji rekor tertinggi sepanjang masa tetap terbuka,” tambahnya.


Faktor Penggerak Pasar: Domestik vs Global

Selain isu Venezuela, pergerakan indeks pekan ini juga akan dipengaruhi oleh beberapa variabel penting:

  1. Suku Bunga & Rupiah: Ekspektasi kebijakan moneter global dan stabilitas nilai tukar terhadap Dolar AS.
  2. Arus Modal Asing: Dinamika dana asing (foreign flow) di pasar emerging markets.
  3. Kebijakan Pro-Pasar: Kepercayaan pelaku pasar terhadap kesinambungan kebijakan ekonomi pemerintah dan kinerja awal tahun emiten berkapitalisasi besar (big caps).

Meskipun dibayangi volatilitas, Hendra melihat pasar modal Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat. Hal ini terbukti dari performa hari pertama perdagangan tahun 2026 yang ditutup menguat lebih dari 1% dengan volume transaksi yang solid.


Target Ambisius IHSG ke Level 10.000

Menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya mengenai target IHSG menembus angka 10.000 pada akhir 2026, Hendra menilai hal tersebut masih berada dalam koridor realistis. Namun, dukungan fundamental yang berkelanjutan tetap menjadi syarat mutlak.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button