Harga Emas Dunia Meroket: Siap-Siap Logam Mulia Lokal Tembus Rp 2,7 Juta per Gram!
KALTENG.CO-Pasar komoditas global kembali memanas di awal tahun 2026. Harga emas dunia diprediksi akan terus bergerak menguat sepanjang pekan ini, didorong oleh kombinasi sentimen ekonomi Amerika Serikat yang melandai dan eskalasi geopolitik yang kian mencekam.
Bagi para investor domestik, fenomena ini membawa angin segar sekaligus tantangan, karena harga emas Antam berpotensi mencetak rekor baru di level psikologis Rp 2,7 juta per gram.
Proyeksi Harga: Menuju Level Tertinggi Baru
Pengamat Komoditas ternama, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan tren bullish yang kuat pada perdagangan pekan ini. Membuka pekan pada Senin (12/1/2026), harga emas dunia berada di kisaran USD 4.509 per troy ounce. Namun, angka ini diyakini hanyalah titik awal.
“Potensi penguatan masih sangat besar. Level resisten pertama ada di USD 4.550, yang jika tercapai, akan mendorong harga logam mulia domestik ke kisaran Rp 2.630.000,” ungkap Ibrahim.
Lebih lanjut, ia memprediksi jika momentum penguatan berlanjut hingga akhir pekan, emas dunia bisa menyentuh USD 4.600 per troy ounce. Pada titik itulah, harga emas di Indonesia sangat memungkinkan untuk menembus angka Rp 2.700.000 per gram.
Mengapa Harga Emas Naik? Ini 2 Faktor Utamanya
Kenaikan harga emas yang signifikan ini tidak terjadi tanpa alasan. Terdapat dua pilar utama yang menjadi motor penggerak utamanya:
1. Data Ekonomi AS yang Mengecewakan (Faktor Fundamental)
Data tenaga kerja Amerika Serikat yang baru saja dirilis menunjukkan performa di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini memberikan tekanan pada dolar AS dan memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven).
- Ekspektasi Pasar: Penambahan 60 ribu tenaga kerja.
- Realisasi: Hanya 50 ribu tenaga kerja.
Hasil ini memberikan sinyal bahwa ekonomi AS tidak sekuat yang diperkirakan. Dampaknya, Bank Sentral AS (The Fed) diprediksi akan lebih berhati-hati. “Besar kemungkinan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Januari ini,” tambah Ibrahim.
2. Geopolitik Global: Serangan ke Moskow dan Ketegangan Iran
Dunia sedang tidak baik-baik saja, dan emas selalu “berbunga” di tengah ketidakpastian. Ada pergeseran fokus konflik yang membuat investor panik:
- Timur Tengah: Fokus pasar kini tertuju pada Iran yang kembali memicu kekhawatiran global.
- Eropa: Kegagalan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi AS memperburuk situasi.
- Insiden Besar: Kabar mengenai serangan terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Moskow telah meningkatkan tensi ke level yang lebih tinggi, memicu aliran modal besar-besaran ke aset safe-haven.
Ringkasan Proyeksi Harga Pekan Ini
| Instrumen | Posisi Awal Pekan | Target Resisten | Estimasi Harga Lokal |
| Emas Dunia | USD 4.509 /oz | USD 4.550 – 4.600 /oz | – |
| Emas Antam/Lokal | Rp 2.602.000 /gr | – | Rp 2.700.000 /gr |




