BeritaHIBURANMETROPOLIS

Roby Tremonti Konsultasi ke Ahli Hukum Terkait Tuduhan Aurelie Moeremans: Buktikan atau Kena Pasal!

KALTENG.CO-Dunia hiburan tanah air kembali dihangatkan dengan perselisihan lama yang mencuat ke permukaan. Aktor Roby Tremonti secara tegas membantah narasi yang menyebut dirinya telah melakukan tindak kekerasan terhadap mantan istrinya, Aurelie Moeremans.

Roby mengaku merasa sangat keberatan dengan opini publik yang berkembang saat ini, di mana dirinya sering digambarkan sebagai sosok yang keji.

Keberatan Atas Narasi Negatif dalam Buku “Broken Strings”

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap cerita yang tertuang dalam buku karya Aurelie Moeremans yang berjudul Broken Strings. Meski tidak menyebut nama secara langsung dalam konteks hukum tertentu, publik banyak mengaitkan sosok pelaku kekerasan dalam buku tersebut dengan Roby.

Menanggapi hal tersebut, Roby Tremonti memilih untuk tidak tinggal diam. Ia menantang pihak yang merasa dirugikan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum daripada hanya menyebarkannya di media sosial atau buku.

“Bukan hanya membantah tuduhan kekerasan atau apa pun itu. Untuk masalah hukum, saya nggak mau jadi orang yang terlalu tahu ya. Saya ada konsultasi sama teman saya yang memang kuliah S2 hukum,” ujar Roby Tremonti.

Konsultasi Hukum dan Risiko Pencemaran Nama Baik

Roby mengingatkan bahwa menuduh seseorang melakukan tindakan kriminal tanpa bukti yang kuat memiliki konsekuensi hukum yang serius. Ia menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah dan beban pembuktian bagi si pelapor.

Berdasarkan hasil konsultasinya dengan ahli hukum, Roby menjelaskan bahwa informasi yang disebarkan tanpa bukti petunjuk, saksi, maupun kronologi yang jelas dapat berbalik menjadi bumerang bagi penyebarnya.

  • Pentingnya Bukti: Tanpa bukti otentik, sebuah klaim bisa dianggap fitnah.
  • Saksi dan Kronologi: Dua unsur penting yang menurut Roby tidak ada dalam tuduhan yang diarahkan kepadanya.
  • Konsekuensi Hukum: Pelapor yang tidak bisa membuktikan tuduhannya terancam pasal pencemaran nama baik atau UU ITE.

Tantangan Terbuka: Kenapa Tidak Lapor Polisi?

Lebih lanjut, Roby Tremonti merasa heran mengapa pihak Aurelie lebih memilih membangun narasi di ruang publik dibandingkan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib saat peristiwa itu (diklaim) terjadi.

“Buktikanlah adanya kekerasan itu dengan bukti-bukti. Buktinya mana? Kenapa nggak lapor polisi? Kenapa lapornya seperti ini sampai kalian (media) jam segini saja masih di sini,” ungkap Roby dengan nada menantang.

Hingga saat ini, Roby menyatakan dirinya tidak takut jika memang masalah ini harus dibawa ke ranah pidana, karena ia merasa memiliki posisi yang kuat dan menganggap tuduhan tersebut tidak berdasar.


Perseteruan antara Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans menunjukkan betapa tipisnya batasan antara curahan hati di ruang publik dengan potensi pelanggaran hukum jika tidak disertai bukti yang sah.

Roby kini menunggu langkah selanjutnya dari pihak lawan, apakah akan membawa bukti ke meja hijau atau tetap bertahan pada narasi yang ada. (*/tur)

Related Articles

Back to top button