ALL SPORTBeritaKAWAT DUNIAPOLITIKASport

Politisi Jerman Serukan Boikot Piala Dunia 2026 AS Imbas Sengketa Greenland

KALTENG.CO-Isu geopolitik mulai merambah ke lapangan hijau. Rencana pelaksanaan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat kini dibayangi oleh seruan boikot internasional.

Langkah ekstrem ini muncul sebagai bentuk protes terhadap klaim Washington atas wilayah Greenland yang memicu ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat, Denmark, dan Uni Eropa.

Ancaman Boikot sebagai Senjata Diplomasi

Politisi senior Jerman dari Partai Kristen Demokrat (CDU/CSU), Jurgen Hardt, menyatakan bahwa boikot terhadap turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut bisa menjadi pertimbangan serius. Menurutnya, aksi ini merupakan langkah terakhir untuk memberikan peringatan keras kepada Presiden Donald Trump.

“Memboikot turnamen harus dipertimbangkan hanya sebagai langkah terakhir untuk menyadarkan Presiden Trump terkait isu Greenland,” ujar Hardt, sebagaimana dikutip.

Hardt menekankan bahwa sepak bola memiliki nilai emosional dan ekonomi yang sangat besar bagi Amerika Serikat. Dengan menekan sektor ini, diharapkan Washington bersedia meninjau ulang kebijakan luar negerinya yang dinilai kontroversial.

Ribuan Tiket Dibatalkan: Respon Nyata Pecinta Sepak Bola

Sentimen boikot ternyata bukan sekadar gertakan politik. Berdasarkan laporan media Yordania, Roya News, per 10 Januari 2026, tercatat hampir 17.000 penggemar sepak bola telah membatalkan tiket pertandingan mereka.

Fenomena ini menunjukkan bahwa publik mulai menghubungkan nilai-nilai olahraga dengan integritas wilayah kedaulatan sebuah negara. Aksi pembatalan massal ini diprediksi akan berdampak pada proyeksi pendapatan sektor pariwisata di kota-kota penyelenggara.


Sekilas Tentang Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan menjadi edisi paling ambisius dalam sejarah:

  • Tuan Rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
  • Waktu Pelaksanaan: 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
  • Format Baru: Pertama kalinya melibatkan 48 tim peserta.
  • Agenda Lain: AS juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Olimpiade 2028 di Los Angeles.

Akar Konflik: Mengapa Greenland Begitu Penting?

Ketegangan ini bermula dari pernyataan berulang Presiden Donald Trump yang menginginkan Greenland menjadi bagian dari wilayah Amerika Serikat. Terdapat dua alasan utama yang mendasari klaim tersebut:

  1. Posisi Strategis: Lokasi geografis Greenland sangat vital bagi keamanan nasional AS.
  2. Persaingan Global: Dalih mempertahankan “dunia bebas” dari pengaruh militer dan ekonomi Tiongkok serta Rusia di kawasan Arktik.

Namun, ambisi ini mendapat perlawanan sengit. Otoritas Denmark dan Greenland dengan tegas menolak ide pencaplokan tersebut. Mereka menuntut Amerika Serikat untuk menghormati hukum internasional dan keutuhan wilayah Denmark.

Sebagai catatan sejarah, Greenland adalah koloni Denmark hingga tahun 1953. Sejak tahun 2009, wilayah ini telah memiliki otonomi luas yang memberikan mereka wewenang penuh untuk mengatur kebijakan dalam negeri secara mandiri.

Dampak pada Ekosistem Olahraga

Jika boikot ini meluas, hal tersebut tidak hanya merugikan FIFA secara finansial, tetapi juga mencederai semangat sportivitas global. Di sisi lain, para pemain dan klub tetap fokus pada persiapan teknis.

Di tengah hiruk-pikuk politik ini, berita olahraga domestik tetap berjalan, seperti kesiapan Manchester United menghadapi laga-laga krusial di liga mereka.

Aksi boikot ini menjadi pengingat bahwa di era modern, ajang olahraga sebesar Piala Dunia tidak pernah benar-benar terpisah dari dinamika politik dunia. (*/tur)

Related Articles

Back to top button