
KALTENG.CO-Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung mulai membuahkan hasil.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan secara resmi berhasil mengidentifikasi jenazah salah satu kru pesawat yang tiba di RS Bhayangkara Makassar, Selasa malam (20/1/2026).
Korban teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang tengah bertugas saat insiden nahas itu terjadi pada Sabtu (17/1/2026) lalu.
Identifikasi Akurat Melalui Data DNA dan Antemortem
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, mengonfirmasi bahwa identitas Florencia dipastikan setelah tim mencocokkan data antemortem dari pihak keluarga dengan data post mortem dari jenazah.
“Yang kemarin sudah teridentifikasi Florencia Lolita Wibisono,” ujar Kombes Didik saat memberikan keterangan pers, Rabu (21/1/2026).
Dalam proses ini, Tim DVI Polda Sulsel mengedepankan ketepatan melalui pemeriksaan medis yang mendalam, termasuk penggunaan data DNA. Mengingat kompleksitas proses identifikasi jenazah kecelakaan pesawat, Polda Sulsel juga mendapat dukungan penuh dari personel Mabes Polri guna memastikan proses berjalan profesional dan cepat.
Update Penemuan Korban di Lokasi Kecelakaan
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi dua jenazah dari lokasi kejadian:
- Korban Pertama (Laki-laki): Ditemukan pada Minggu (18/1/2026), namun baru tiba di RS Bhayangkara pada Rabu pagi (21/1) karena kendala medan.
- Korban Kedua (Florencia Lolita): Ditemukan pada Senin (19/1/2026) dan tiba lebih dulu di rumah sakit pada Selasa malam untuk segera diproses.
Saat ini, jenazah korban laki-laki yang baru tiba pagi ini sedang dalam proses pemeriksaan intensif oleh tim ahli.
Perjuangan Tim SAR di Tengah Cuaca Ekstrem Gunung Bulusaraung
Meski dua jenazah telah ditemukan, tugas Tim SAR Gabungan masih jauh dari kata usai. Masih ada 8 orang korban lagi yang belum ditemukan dari total 10 orang yang berada di dalam pesawat (on board).
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa operasi pencarian di Gunung Bulusaraung menghadapi tantangan berat. Hingga hari kelima operasi, cuaca buruk dan medan yang terjal menjadi hambatan utama bagi para personel di lapangan.
“Kami tetap bekerja keras untuk mencari, menemukan, dan mengevakuasi seluruh korban. Selain itu, kami juga mulai mengumpulkan puing-puing pesawat untuk kemudian diserahkan kepada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) guna penyelidikan lebih lanjut,” tegas Mohammad Syafii.
Data Penumpang Pesawat ATR 42-500
Sebagai informasi, pesawat nahas tersebut mengangkut 10 orang yang terdiri dari:
- 7 Orang Kru: Termasuk Pilot, Kopilot, dan Pramugari.
- 3 Orang Pegawai KKP: Yang sedang melaksanakan tugas kedinasan.
Langkah Selanjutnya: Penyelidikan KNKT
Seiring dengan berjalannya proses evakuasi korban, fokus otoritas terkait juga mulai bergeser pada pengumpulan bukti material di lokasi jatuhnya pesawat.
Penemuan puing-puing mesin dan badan pesawat akan menjadi kunci bagi KNKT untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut.
Pihak keluarga korban hingga kini masih menunggu informasi terbaru di posko darurat RS Bhayangkara Makassar. Tim trauma healing juga disiagakan untuk mendampingi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit ini. (*/tur)



