ALL SPORTBeritaKAWAT DUNIASport

Real Madrid Jadi “Single Fighter” di ESL Setelah Barcelona Resmi Mengundurkan Diri

KALTENG.CO-Era baru peta kekuatan sepak bola Eropa kembali mengalami pergeseran besar. Klub raksasa Spanyol, FC Barcelona, akhirnya mengambil langkah diplomatis yang mengejutkan dengan menyatakan mundur secara resmi dari proyek European Super League (ESL) pada Sabtu (7/2/2026).

Keputusan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai keterlibatan klub asal Catalunya tersebut dalam liga tandingan yang sempat mengguncang otoritas UEFA. Dengan mundurnya Barcelona, Real Madrid kini menjadi satu-satunya klub pendiri yang masih bertahan di dalam proyek kontroversial tersebut.

Pernyataan Resmi FC Barcelona: Selamat Tinggal ESL

Melalui kanal resmi klub, manajemen Blaugrana mengonfirmasi bahwa mereka telah melayangkan surat pengunduran diri kepada perusahaan pengelola ESL serta klub-klub mitra yang sebelumnya terlibat.

“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa klub telah secara resmi memberitahukan kepada Perusahaan European Super League mengenai pengunduran diri dari proyek ini,” tulis pernyataan resmi klub.

Langkah ini menandai berakhirnya kesetiaan Barcelona terhadap proyek yang pertama kali dideklarasikan pada April 2021 silam.

Kronologi Runtuhnya Aliansi El Clasico di ESL

Proyek ESL awalnya diinisiasi oleh 12 klub raksasa Eropa sebagai solusi atas monopoli UEFA. Namun, dalam hitungan hari, gelombang protes dari suporter dan ancaman sanksi membuat sembilan klub (termasuk “Big Six” Liga Inggris) menarik diri.

  • April 2021: Peluncuran ESL dengan 12 klub pendiri.

  • 2021-2022: Sembilan klub menyatakan mundur massal.

  • 2023: Juventus resmi menyusul keluar dari aliansi.

  • 2024-2025: Tersisa Barcelona dan Real Madrid sebagai dua pilar utama.

  • Februari 2026: Barcelona resmi mundur, menyisakan Real Madrid sendirian.

Keputusan Presiden Joan Laporta ini tergolong cukup kontras dengan pernyataannya pada Januari 2023, di mana saat itu ia sangat optimis bahwa liga alternatif mampu menyaingi dominasi finansial Premier League Inggris.

Evolusi yang Menemui Jalan Buntu: Dari ESL ke Unify League

Meskipun terus mendapat penolakan, perusahaan manajemen A22 yang berbasis di Madrid sempat mencoba melakukan rebranding dan modifikasi format untuk menarik minat klub-klub Eropa:

  1. Format Desember 2023: Mengusulkan 64 klub dalam tiga divisi dengan sistem promosi-degradasi dan janji siaran gratis.

  2. Unify League (Desember 2024): Proyek dikemas ulang dengan nama baru yang melibatkan 96 klub. Format ini dibagi menjadi empat tingkatan kompetisi: Star, Gold, Blue, dan Union.

Pada November 2026, A22 bahkan sempat bersurat kepada UEFA untuk meminta persetujuan awal atas konsep Unify League. Namun, absennya dukungan dari klub-klub besar seperti Barcelona membuat masa depan kompetisi ini semakin tidak menentu dan sulit untuk direalisasikan secara legal maupun komersial.

Dampak Mundurnya Barcelona bagi Sepak Bola Eropa

Mundurnya Barcelona diprediksi akan memperkuat posisi UEFA dalam mengelola kompetisi antarklub seperti Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi.

Selain itu, langkah ini dianggap sebagai upaya Barcelona untuk memperbaiki hubungan dengan otoritas sepak bola internasional dan fokus pada pemulihan stabilitas internal klub.

Kini, perhatian tertuju pada Florentino Perez dan Real Madrid. Tanpa mitra strategis seperti Barcelona, mampukah proyek liga tandingan ini bertahan, ataukah ini akan menjadi lonceng kematian bagi ambisi European Super League selamanya? (*/tur)

Related Articles

Back to top button