
KALTENG.CO-Tensi kompetisi tertinggi Eropa, Liga Champions, semakin memanas. Berakhirnya leg pertama babak playoff mulai menyuguhkan peta kekuatan yang kontras bagi tim-tim raksasa. Sementara beberapa klub sudah bisa bernapas lega, tim besar lainnya justru harus bersiap menghadapi skenario hidup-mati di laga penentuan.
Galatasaray Dominan, Juventus Terancam Gugur
Kejutan terbesar datang dari wakil Turki, Galatasaray. Tampil meledak, mereka sukses melibas Juventus dengan skor mencolok 5-2. Hasil ini menempatkan satu kaki Galatasaray di babak 16 besar.
Bagi Juventus, kekalahan telak ini adalah tamparan keras. Kecuali jika terjadi keajaiban atau drama luar biasa pada laga balasan nanti, langkah “Si Nyonya Tua” di kompetisi Eropa musim ini terancam berakhir lebih awal.
Menanti Calon Lawan: Barcelona dan Potensi Reuni Panas
Di sisi lain, Barcelona yang sudah lebih dulu mengamankan posisi delapan besar di fase reguler kini dalam posisi memantau. Meski memiliki keuntungan status sebagai tim unggulan, skuad asuhan Hansi Flick tidak bisa bersantai.
Berdasarkan laporan Marca, Blaugrana berpotensi bertemu dengan lawan-lawan tangguh seperti:
AS Monaco
Qarabag
Newcastle United
Paris Saint-Germain (PSG)
Skenario yang paling menyedot perhatian tentu saja potensi reuni dengan Luis Enrique. PSG sendiri baru saja memetik modal positif setelah mencuri kemenangan tipis 2-3 di kandang Monaco pada laga sebelumnya.
Jalur Terjal Real Madrid dan Bayang-bayang Pep Guardiola
Juara bertahan Real Madrid berada dalam posisi yang sedikit riskan. Meski menang 0-1 atas Benfica pada leg pertama di Estadio da Luz, skor tipis tersebut belum memberikan rasa aman bagi skuad besutan Alvaro Arbeloa.
Madrid wajib tampil habis-habisan di Santiago Bernabeu untuk menyegel tiket kelolosan. Jika berhasil, tantangan raksasa sudah menanti di depan mata. Los Blancos dijadwalkan akan bertemu pemenang antara Sporting CP atau Manchester City. Artinya, dunia sepak bola berpotensi kembali menyaksikan adu taktik ikonik antara Madrid melawan tim racikan Pep Guardiola.
Nasib Atletico Madrid di Ujung Tanduk
Klub Madrid lainnya, Atletico Madrid, juga sedang tidak dalam kondisi ideal. Hasil kurang memuaskan saat menghadapi tim kejutan Bodo/Glimt memaksa Los Rojiblancos untuk bermain “all-out” di laga penentuan.
Perjuangan Atletico diprediksi tidak akan mudah. Jika mereka mampu membalikkan keadaan dan lolos, ancaman dari wakil Premier League sudah mengintai. Antara Tottenham Hotspur atau Liverpool siap menjadi batu sandungan besar bagi Atletico di babak selanjutnya.
Babak playoff kali ini membuktikan bahwa nama besar tidak menjamin kemudahan di Liga Champions.
Tim seperti Galatasaray menunjukkan taji mereka, sementara tim mapan seperti Real Madrid dan Atletico harus berkeringat lebih banyak untuk mempertahankan eksistensi mereka di Eropa. (*/tur)



