3 Pilihan Waktu Aktivitas Fisik Selama Ramadan: Tetap Sehat Tanpa Dehidrasi

KALTENG.CO-Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan seringkali dijadikan alasan untuk membatasi aktivitas fisik.
Padahal, menjaga tubuh tetap aktif justru menjadi kunci agar stamina tidak anjlok, metabolisme tetap terjaga, dan tubuh tidak terasa lemas sepanjang hari.
Namun, berolahraga saat perut kosong tentu memerlukan strategi. Salah memilih waktu bisa berakibat pada dehidrasi atau kelelahan ekstrem. Berdasarkan saran kesehatan dari laman Prodia Digital, setiap individu dianjurkan tetap berolahraga minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga kebugaran tubuh meski sedang berpuasa.
Berikut adalah tiga pilihan waktu olahraga terbaik yang bisa Anda sesuaikan dengan ritme aktivitas harian selama Ramadan:
1. Olahraga Setelah Sahur: Memanfaatkan Energi Pagi
Pagi hari setelah santap sahur adalah waktu di mana cadangan energi tubuh masih penuh. Nutrisi dan cairan yang baru saja dikonsumsi memberikan “bahan bakar” yang cukup untuk melakukan aktivitas fisik ringan.
Jenis Olahraga: Peregangan (stretching), jalan santai, atau yoga ringan.
Keunggulan: Membantu melancarkan metabolisme sejak dini dan meningkatkan fokus untuk memulai hari.
Catatan Penting: Hindari olahraga intensitas tinggi. Ingat, Anda tidak akan mendapatkan asupan cairan lagi hingga waktu berbuka, sehingga penting untuk mencegah rasa haus yang berlebihan di pagi hari.
2. Olahraga Menjelang Berbuka (Ngabuburit Aktif)
Waktu ini merupakan salah satu yang paling populer bagi banyak orang. Melakukan aktivitas fisik sekitar 30–60 menit sebelum adzan Maghrib memiliki keuntungan psikologis tersendiri.
Jenis Olahraga: Bersepeda santai atau jalan cepat.
Keunggulan: Anda tidak perlu menunggu lama untuk mengganti cairan yang hilang, karena waktu makan dan minum (berbuka) sudah di depan mata.
Catatan Penting: Karena kondisi energi berada di titik terendah setelah seharian berpuasa, dengarkan sinyal tubuh Anda. Jangan memaksakan diri jika merasa pusing atau sangat lemas.
3. Setelah Berbuka Puasa: Waktu Paling Ideal
Jika Anda ingin melakukan latihan yang lebih serius atau intensitas sedang hingga tinggi, maka waktu setelah berbuka puasa adalah pilihan terbaik dan paling direkomendasikan.
Waktu Pelaksanaan: Sekitar 1–2 jam setelah makan berbuka. Hal ini memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk mengolah makanan terlebih dahulu.
Keunggulan: Tubuh sudah terhidrasi kembali dan memiliki energi dari makanan. Risiko dehidrasi sangat minim, sehingga Anda bisa berolahraga dengan lebih optimal.
Catatan Penting: Hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur. Aktivitas fisik meningkatkan suhu tubuh dan adrenalin yang berpotensi mengganggu kualitas tidur malam Anda.
Aktif Bergerak, Puasa Lebih Ringan
Setiap orang memiliki jadwal dan ketahanan fisik yang berbeda. Anda bisa menyesuaikan waktu olahraga dengan kebutuhan masing-masing, apakah itu di pagi hari yang segar, sore hari sambil menunggu berbuka, atau malam hari setelah tenaga pulih.
Kunci utamanya bukan pada beratnya beban latihan, melainkan konsistensi untuk tetap bergerak.
Dengan pengaturan waktu yang tepat, olahraga justru akan membuat ibadah puasa terasa lebih ringan dan tubuh tetap prima hingga hari kemenangan tiba. (*/tur)



