
KALTENG.CO-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melakukan penyegaran besar-besaran di tubuh jajaran pimpinan jaminan kesehatan nasional.
Melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2026, Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, SpJP (K), FIHA, MMRS, ditetapkan sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan yang baru.
Langkah strategis ini menandai babak baru dalam pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk periode lima tahun ke depan.
Penyegaran Tata Kelola untuk Kesinambungan JKN
Terhitung mulai 19 Februari 2026, Presiden memberhentikan dengan hormat seluruh jajaran Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan masa jabatan 2021–2026. Penunjukan dr. Prihati Pujowaskito menggantikan Prof. Ali Ghufron Mukti yang telah menyelesaikan masa baktinya.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan bahwa perombakan ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan upaya memperkuat struktur organisasi.
“Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ujar Rizzky dalam keterangan resminya.
Profil Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito: Dari Militer ke Pelayanan Publik
Sosok dr. Prihati Pujowaskito bukanlah nama baru di dunia medis dan manajemen kesehatan. Ia memiliki latar belakang yang sangat solid:
Spesialisasi Jantung: Seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan gelar Konsultan Kardiologi Intervensi.
Karier Militer: Menghabiskan sebagian besar kariernya di lingkungan kesehatan TNI, yang dikenal dengan kedisiplinan dan efisiensi kerja tinggi.
Akademisi: Sebelum menjabat Dirut BPJS Kesehatan, ia mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (Unhan) periode 2023–2025.
Kombinasi pengalaman klinis sebagai dokter jantung dan manajerial di institusi pertahanan diharapkan mampu membawa stabilitas serta inovasi dalam layanan BPJS Kesehatan.
Daftar Lengkap Direksi BPJS Kesehatan Periode 2026–2031
Berikut adalah jajaran Direksi yang akan mendampingi dr. Prihati Pujowaskito dalam mengelola dana jaminan kesehatan masyarakat:
Prihati Pujowaskito (Direktur Utama)
Abdi Kurniawan Purba (Direktur)
Akmal Budi Yulianto (Direktur)
Bayu Teja Muliawan (Direktur)
Fatih Waluyo Wahid (Direktur)
Setiaji (Direktur)
Vetty Yulianty Permanasari (Direktur)
Sutopo Patria Jati (Direktur)
Daftar Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Periode 2026–2031
Dewan Pengawas kali ini diisi oleh perwakilan dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah hingga tokoh masyarakat:
Kehadiran sosok publik seperti dr. Lula Kamal di jajaran Dewan Pengawas menarik perhatian, mengindikasikan keinginan pemerintah untuk lebih mendekatkan komunikasi kebijakan BPJS Kesehatan kepada masyarakat luas.
Tantangan Ke Depan: PBI dan Transformasi Layanan
Manajemen baru ini langsung dihadapkan pada tantangan besar terkait akurasi data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Belakangan ini, polemik penonaktifan peserta PBI di berbagai daerah seperti Denpasar dan Surabaya menjadi sorotan tajam.
Publik menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinan dr. Prihati Pujowaskito, BPJS Kesehatan dapat meningkatkan kualitas layanan, mempermudah akses rujukan, dan memastikan jaminan kesehatan yang lebih berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (*/tur)



