Pulang ke Tanah Air, Terry Putri Ungkap Perbedaan Mencolok Puasa di AS vs Indonesia

KALTENG.CO-Momen bulan suci Ramadhan 2026 membawa kebahagiaan tersendiri bagi presenter kenamaan Terry Putri. Setelah sekian lama menghabiskan waktu di Amerika Serikat mengikuti sang suami, tahun ini Terry memutuskan untuk menjalani ibadah puasa satu bulan penuh di tanah air.
Keputusan ini membawa rasa syukur yang mendalam bagi wanita yang kini tampil berhijab tersebut. Baginya, suasana Ramadhan di Indonesia memiliki “ruh” yang tidak bisa ditemukan di negara minoritas muslim.
Kerinduan pada Suasana Ramadhan di Negara Sendiri
Ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Terry Putri tidak bisa menyembunyikan binar bahagianya. Ia mengaku sudah sangat menantikan momen beribadah di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.
“Alhamdulillah Ramadhan kali ini aku di Indonesia. Setelah sekian lama Ramadhan di negara orang, tahun ini di negara sendiri. Nikmat yang luar biasa gitu ya,” ujar Terry Putri dengan penuh syukur.
Ia menambahkan bahwa semangatnya berkali-kali lipat lebih besar karena bisa kembali merasakan tradisi-tradisi unik Ramadhan yang sempat hilang selama ia menetap di Negeri Paman Sam.
Menjalani LDR (Long Distance Ramadhan) dengan Suami
Meski hatinya dipenuhi sukacita karena bisa pulang kampung, ada sisi lain yang dirasakan Terry. Di Ramadhan 2026 ini, ia harus rela berjarak dengan sang suami yang masih berada di Amerika Serikat.
Perbedaan zona waktu dan jarak ribuan kilometer membuat pasangan ini harus menjalani ibadah secara terpisah. Kendati demikian, Terry menegaskan bahwa kemajuan teknologi menjadi jembatan yang menjaga kedekatan mereka.
Bentuk Perhatian Terry Putri dari Jauh:
Membangunkan Sahur: Menghubungi suami tepat waktu meski ada perbedaan jam yang signifikan.
Mengingatkan Waktu Ibadah: Secara rutin memantau waktu shalat dan berbuka puasa di wilayah suami.
Memberikan Dukungan Mental: Menjadi penguat bagi suami yang berpuasa di lingkungan non-muslim.
Rasa Bersalah Karena Tidak Bisa Melayani Langsung
Sebagai seorang istri, Terry Putri secara jujur mengakui adanya sedikit rasa mengganjal di hatinya. Ia merasa kurang maksimal dalam menjalankan perannya karena tidak bisa menyiapkan hidangan atau melayani keperluan suami secara fisik di bulan penuh berkah ini.
“Pengennya sih bisa total, lebih banyak ibadah untuk bisa melayani suami. Tapi Ramadhan tahun ini nggak bisa, jadi lebih mengingatkan saja,” ungkapnya.
Baginya, peran sebagai istri di tengah lingkungan non-muslim sangatlah krusial. Ia merasa bertanggung jawab untuk terus memberikan support agar sang suami tetap istiqomah menjalankan ibadah di tengah lingkungan yang tidak menjalankan puasa.
Semangat Ibadah yang Tak Padam
Kisah Terry Putri di Ramadhan 2026 ini mengajarkan bahwa ibadah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Meskipun terpisah jarak, kualitas komunikasi dan saling mendukung dalam kebaikan tetap menjadi kunci keharmonisan rumah tangga mereka. (*/tur)




