
KALTENG.CO-Laga pekan ke-25 Super League 2025/2026 menyuguhkan tontonan dramatis saat PSM Makassar bertandang ke markas Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3/2026).
Pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 3-3 ini menjadi panggung pembuktian mentalitas pantang menyerah skuad Juku Eja.
PSM Makassar sejatinya unggul lebih dulu di babak pertama setelah Yance Sayuri melakukan gol bunuh diri pada menit ke-38. Namun, Malut United bangkit di babak kedua melalui aksi gemilang David da Silva yang mencetak brace (menit 48 dan 67) serta gol Tyronne del Pino (menit 53).
Di tengah situasi tertinggal, Savio Roberto muncul sebagai sosok kunci. Golnya bersama Jacques Thémopelé pada menit ke-88 memastikan PSM pulang membawa satu poin penting. Di balik gol krusial tersebut, terselip tiga fakta menarik yang patut disimak.
1. Akhiri Puasa Gol Setelah 7 Pertandingan
Bagi Savio Roberto, gol ke gawang Malut United ini terasa sangat spesial. Gelandang asal Brasil tersebut akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah melewati periode “kering” yang cukup panjang.
Berdasarkan data Transfermarkt, Savio sempat absen mencetak gol dalam tujuh pertandingan terakhir. Sebelum laga di Ternate ini, terakhir kali pemain berusia 29 tahun tersebut menjebol gawang lawan adalah saat PSM menahan imbang Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu. Kini, koleksi golnya di musim 2025/2026 resmi bertambah menjadi empat gol.
2. Jimat Keberuntungan: Savio Cetak Gol, PSM Tak Pernah Kalah
Ada tren unik yang terus berlanjut setiap kali pemain bernomor punggung 8 ini mencetak gol. Savio Roberto seolah menjadi “jimat” keberuntungan bagi tim asuhan Bernardo Tavares.
Statistik menunjukkan bahwa PSM Makassar tidak pernah menelan kekalahan dalam pertandingan di mana Savio Roberto berhasil mencetak gol. Hal ini terbukti dalam empat laga krusial musim ini saat menghadapi:
Persija Jakarta
Persis Solo
Persebaya Surabaya
Malut United
Konsistensi ini menunjukkan bahwa gol-gol yang lahir dari kaki Savio bukan sekadar angka, melainkan penentu poin bagi Juku Eja.
3. Koleksi Gol Tandang Kedua yang Krusial
Fakta menarik lainnya adalah mengenai rekam jejak produktivitas Savio di luar kandang. Selama ini, Savio dikenal lebih produktif saat bermain di depan publik sendiri. Namun, gol di Stadion Gelora Kie Raha kemarin membuktikan bahwa ia mulai tajam di markas lawan.
Gol tersebut tercatat sebagai gol tandang kedua Savio Roberto sepanjang musim ini. Keberaniannya untuk merangsek ke lini depan dalam situasi tertinggal menunjukkan peran vitalnya yang tidak hanya sekadar menjaga kedalaman lini tengah, tetapi juga sebagai pemecah kebuntuan di laga-laga sulit.
Posisi PSM di Klasemen
Meski hanya meraih satu poin, hasil imbang 3-3 ini sangat berarti untuk menjaga moral tim. Saat ini, PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League.
Perjuangan untuk menjauh dari zona bawah masih panjang, namun kehadiran pemain yang kembali tajam seperti Savio Roberto memberikan angin segar bagi para suporter. (*/tur)



