Heboh Teaser Album ‘Arirang’ BTS Tuai Kritik: Isu Rasial dan Fakta Sebenarnya Sejarah Howard University

KALTENG.CO-Dunia hiburan global tengah diguncang kontroversi terkait perilisan teaser terbaru untuk album mendatang BTS yang bertajuk “Arirang”.
Video singkat tersebut memicu perdebatan panas di media sosial setelah dianggap menampilkan penggambaran yang tidak peka terhadap isu rasial, khususnya terhadap komunitas kulit hitam.
Fokus utama kritik tersebut tertuju pada penggunaan latar Howard University, sebuah institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat yang memiliki nilai sejarah sangat mendalam bagi warga Afrika-Amerika.
Akar Kontroversi: Perjalanan Waktu ke Washington Abad ke-19
Dalam teaser tersebut, para anggota BTS digambarkan melakukan perjalanan lintas waktu ke Washington, D.C., pada abad ke-19. Salah satu adegan memperlihatkan mereka berada di lingkungan kampus Howard University.
Namun, visualisasi tersebut justru memanen kritik tajam dari komunitas penggemar K-Pop kulit hitam serta komunitas Historically Black Colleges and Universities (HBCU). Masalah utama terletak pada penggambaran mahasiswa di sekitar kampus yang sebagian besar ditampilkan sebagai orang kulit putih.
Penggambaran ini dinilai sangat kontras dan tidak sesuai dengan identitas historis Howard University yang sejak awal berdiri merupakan pusat pendidikan bagi warga kulit hitam.
Howard University dan Tuduhan “Pemutihan Sejarah”
Melansir dari Allkpop, Howard University didirikan pada tahun 1867 dengan misi utama memperluas akses pendidikan bagi warga kulit hitam yang kala itu sangat terbatas. Hingga saat ini, Howard tetap tegak sebagai salah satu universitas paling berpengaruh yang didominasi oleh warga kulit hitam di dunia.
Para kritikus menilai bahwa menampilkan lingkungan Howard University dengan mayoritas kulit putih dalam video tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap warisan sejarah yang nyata. Beberapa pihak bahkan melabeli visual tersebut sebagai bentuk “whitewashing” atau pemutihan sejarah yang mencederai identitas institusi tersebut.
Penjelasan Pihak Terkait: Inspirasi vs Akurasi Historis
Menanggapi gelombang kritik yang kian membesar, pihak produksi memberikan klarifikasi mengenai konsep kreatif di balik video tersebut. Menurut mereka, konsep visual tersebut terinspirasi dari sebuah artikel tahun 1896 yang mengisahkan tentang keberadaan pemuda Korea di Washington, D.C.
Pihak terkait menegaskan bahwa:
Karya tersebut adalah sebuah reinterpretasi modern.
Elemen visual yang ditampilkan merupakan hasil adaptasi seni yang mungkin tidak sepenuhnya akurat secara kronologi historis.
Tujuan utamanya adalah menggabungkan unsur budaya Korea dengan latar sejarah Amerika, bukan untuk menyinggung identitas pihak manapun.
Meskipun penjelasan telah diberikan, diskusi mengenai batasan antara kreativitas artistik dan sensitivitas sejarah terus bergulir di kalangan netizen global. Banyak penggemar berharap agar industri K-Pop lebih berhati-hati dalam melakukan riset budaya agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (*/tur)



